Lampung Selatan

4 Desa dapat Pelatihan Pengembangan Perpuseru

Suasana pelatihan TIK di perpuseru mesjid agung kalianda, lamsel. (Har)

Lnews.co, KALIANDA – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) memberikan pelatihan kepada Kepala Desa (Kades), Badan Pengawas Desa (BPD), Kader Pembina Kesejahteraan Keluarga (PPK), Anggota Karang Taruna dan Pengelola Perpustakaan Desa, di Ruang Perpustakaan Seru (Perpuseru) Krakatau, Lantai 1 Mesjid Agung Kalianda, Rabu (29/3/17).

Pelatihan yang diberikan berupa SPP (Strategi Pengembangan Perpustakaan) Desa dan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). “Untuk SPP sudah digelar selama empat, dari tanggal 20 sampai 23 Maret, kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan TIK selama dua hari dimulai hari ini, 29 Maret sampai besok, 30 Maret 2017.” Ujar Fasilitator Perpuseru, Sugeng Hariyono kepada Lnews.co, Rabu siang.

Sejumlah materi diberikan kepada peserta diantaranya, pengenalan dan penjelasan tujuan Perpuseru, Pengembangan Perpustakaan berbasis TIK, Peningkatan Layanan TIK, Pelibatan Masyarakat, Merumuskan Tujuan, Identifikasi dan sasaran Advokasi, membuat Pesan Advokasi, Promosi Perpustakaan dan Lobi, Menyusun Rencana Kerja dan Dokumentasi kegiatan Perpuseru.

Sementara untuk TIK, para peserta diberikan materi tentang, Pengantar Microsoft Office, Dasar-dasar Internet dan Praktek Dokumentasi Online. “Tujuaan akhir pelatihan ini agar Perpuseru Desa bisa berkembang dan berkelanjutan sebagai pusat kegiatan masyarakat, individu maupun kelompok.” Jelas Sugeng.

Selain itu, menurut Sugeng, tujuan pelatihan ini juga untuk Menjelaskan tujuan program Perpuseru yang meliputi tiga sasaran yakni, pemuda, perempuan dan UKM yang fokus utamanya ke bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Pelatihan ini merupakan yang pertama digelar di Lampung Selatan dengan bermitra langsung dengan Perpuseru Coca-cola Foundation Indonesia (CCFI). “Untuk tahap awal ini peserta berasal dari empat desa dari tiga kecamatan di Lampung Selatan, yakni desa Titi Wangi dan Desa Rawa Slapan Kecamatan Candipuro, kemudian Desa Krinjing Kecamatan Rajabasa dan Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan.” Kata Pria yang pernah meraih penghargaan Jasa Darma Pustaloka 2016 dari Perpustakaan Nasional ini.

Selama dua minggu sekali Perpustakaan Desa akan dimonitoring dan dimentori oleh langsung Fasilitator Pepuseru Kabupaten yang tujuannya menurut Sugeng, untuk memastikan hasil pelatihan bisa dijalankan sesuai dengan rencana kerja Perpuseru Desa.

Sugeng menambahkan, pada prinsipnya, kehadiran komputer dan internet tidak untuk menggantikan keberadaan Buku melainkan sebagai pelengkap buku yang sudah ada. “Yang jelas, kehadiran komputer dan Internet di Perpustakaan bukan untuk menggantikan Buku, melainkan melengkapi yang belum ada di Buku.” Tukasnya.

Data yang diperoleh Lnews.co, Perpuseru di empat desa tersebut mendapat tiga unit komputer Built-up dengan Software Original Microsoft dari Perpuseru CCFI. (aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares