Lampung Selatan

9 Milyar untuk Apa? 5 Milyar untuk Dimana?

suasana pembahasan dengan disperkim lamsel di grand elty kalianda, rabu malam (29/11/19). (foto: aka)

Lnews.co, KALIANDA – Selain mempertanyakan anggaran pembelian Laptop dan Sumur bo, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lampung Selatan (Lamsel) dalam pembahasan akhir anggaran tahun 2018 di Grand Elty Kalianda, Rabu malam (29/11/17) juga mempertanyakan Anggaran Rp. 9 Milyar di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim)

Pertanyaan atas Belanja Modal sebesar Rp. 9 Milyar itu dilontarkan langsung oleh Ketua DPRD Lamsel yang juga Ketua Banggar, Hendry Rosyadi, kepada Kepala Dinas Perkim, I Ketut Sukerta.

“Coba bapak paparkan dulu Belanja modal 9 milyar itu untuk apa saja, desa mana saja. inikan belum tergambar,” tanya Hendry.

Ketut pun menjawab, bahwa rinciannya pastinya baru akan dipaparkan setelah mendapat persetujuan dari Bupati. “Akan dipergunakan untuk sanitasi dan air minum di lokasi. Setelah anggaran disahkan baru ditentukan titik desanya pak. Nanti desanya akan lebih detail setelah keluar Surat Keputusan bupati. Untuk rincian sementara yakni WC Komunal 10 Unit, Septik individual untuk 16 Desa,”

Jawaban Ketut itu kemudian disambut pernyataan dari anggota Banggar dari fraksi Hanura, Sugiharti. “Jangan ngambang-ngambang gini, jangan gak jelas peruntukannya. makin hari makin bingung saya pak, contoh mau bangun jalan, dimana, luasnya berapa kan sudah diketahui. Ini harus ditarik, ini gak jelas,”

Ketut kemudian menimpali, “Terkait dana itu dari pusat, DAK. Kami sudah buat di RKA, kami masih usulkan ke pak Bupati untuk koreksi.” Merasa belum puas, Sugiharti kembali melontarkan pendapatnya, “Maksudnya gini lho pak, pimpinan itu kan apa kata perpanjangan tangannya, jangan seperti ini ngambang-ngambang, pimpinan diatas itu menerima masukan dari bawah,”

Setelah dicecar wakil rakyat perempuan itu, Ketut akhirnya membeberkan lokasi mana saja yang bakal dibangun sanitasi dan air minum tersebut.

“Pembangunan sistem air limbah domistik di desa Way Galih Tanjung Bintang, desa Pematang Kalianda, desa Sukatani Kalianda, desa Penengahan Penengahan, itu yang untuk Komunal. kemudian untuk tanki septik individual di desa Sukamaju Sidomulyo, desa Toto Harjo Bakauheni, desa Bandar Dalam Sidomulyo, kelurahan Bumi Agung Kalianda, desa Sukabanjar Sidomulyo, desa Kuripan Penengahan, desa Hatta Bakauheni, Pondok Pesantren Al Fatah Negara Ratu Natar dan Ponpes Darul Fatah Tanjung Sari.” Tukas Ketut.

Hendry juga mempertanyakan pembangunan Taman senilai Rp. 5 Milyar kepada Ketut. “Taman 5 Milyar itu akan dibangun dimana saja?” tanya Hendry. Ketut menjawab, “4 Milyar untuk taman di samping makam Pahlawan Kalianda dan 1 Milyar untuk taman di jalur dua Mesjid Agung,”

Atas jawaban yang diberikan Ketut, Hendry menyarankan agar Disperkim berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kementerian PU, karena menurut Hendry tanah disamping makam pahlawan bukan lahan milik Pemkab Lamsel. “Saya saran aja, tolong koordinasi ke pusat
itu tanah cipta karya pusat, jangan sampai kita membangun dilahan orang,” ujar Hendry.

“Kami sudah mengajukan surat pinjam pakai, PU pusat sudah menyarankan seperti itu, namun kami belum menerima balasannya,” jawab Ketut.

Sementara, anggota Banggar dari fraksi PDIP, Sunyata mempertanyakan personil peng
Soal persampahan, dari tahun ketahun jumlah sampah makin meningkat, namun dari segi pegawai, dari tahun 2004 belum ada penambahan. penambahan honor untuk tenaga persampahan.

Dari data yang dibacakan Ketut, Disperkim Lamsel mendapat anggaran sebesar Rp. 45,6 Milyar dengan rincian Belanja Tak Langsung Rp. 3 Milyar lebih dan Belanja Langsung Rp 41 Milyar lebih. (aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares