Darurat Narkoba

Ada Aliran Dana Narkoba, Kalapas Kalianda jadi Tersangka

Kalapas Kalianda nonaktif Muchlis Adjie resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik BNNP Lampung, Senin (21/5/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

BANDAR LAMPUNG – Penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menetapkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalianda nonaktif Muchlis Adjie sebagai tersangka, Senin (21/5/2018).

“Penetapan ini setelah kita lakukan pemeriksaan selama 3 x 24 jam sejak dilakukan pada penangkapan pada hari Jumat (18/5/2018) yang lalu,” kata Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga kepada Rilislampung.id, Senin (21/5/2018).

Sementara kuasa hukum Muchlis Adjie, Zamroni mengaku belum mengetahui tentang penetapan status kliennya sebagai tersangka.

“Justru kita dipanggil untuk datang ke sini (BNNP) oleh pihak keluarga,” ujarnya.

Ternyata, pihak keluarga meminta Zamroni tidak menjadi kuasa hukum Muchlis Adjie terhitung pada hari ini, Senin (21/5/2018).

“Saya tidak tahu apa alasan keluarga Kalapas,” kata Zamroni.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung Brigjen Tagam Sinaga menyebutkan, ada aliran dana di rekening Kalapas Kalianda nonaktif, Muchlis Adjie yang ditransfer oleh napi Marzuli (38), mantan anggota polisi yang divonis 18 tahun penjara dalam kasus narkoba.

Namun Tagam belum bisa menyampaikan berapa jumlah nominal aliran dana itu. Alasannya, kewenangan pihak bank yang bisa menyampaikan hal itu dalam melakukan pengecekan aliran dana.

Tagam mengatakan yang boleh menyampaikan aliran itu adalah pihak masing-masing bank yang memeriksa buku rekening kalapas nonaktif.

“Saya mencontohkan saja seperti salah satu korban kena tikam meninggal dunia, nah untuk memastikan dia ditikam atau tidak harus divisum oleh pihak dokter asli, jadi yang bisa menyampaikan hasil itu ya dokter asli, seperti jumlah aliran dana ini harus bank yang menyampaikan,” ujar dia kepada rilislampung.id, Senin (21/5/2018).

Menurut Tagam, hasil berita acara pemeriksaan buku rekening kalapas nonaktif, ada transaksi yang diketahui, tapi masalah tanggalnya dan nilainya pihak bank yang menjelaskan.

“Terkait kapan akan disampaikan oleh pihak bank.  Itu nanti segera kita kabarkan,” tambah Tagam.

Muchlis Adjie sendiri akan dijerat Undang-undang No. 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan pasal 137 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (sumber: lampung.rilis.id)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares