Lampung Selatan

Ansori: “Kalau Sukarela ya tidak Masalah”

daftar sumbangan. (ujg)

Lnews.co, KALIANDA – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Anas Anshori angkat bicara terkait masalah pemotongan gaji guru untuk suksesnya acara Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Lampung Selatan Bulan Maret yang lalu.

Ditemui wartawan diruang kerjanya Kamis sore (6/4/17), Kepala Dinas yang enerjik ini meluruskan pemberitaan yang beredar luas kemarin, Rabu (5/6/17) tentang sebagian guru disalah satu Sekolah Menengah di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan yang gaji Bulan Maret 2017 dipotong tanpa sepengetahuan dan persetujuan yang bersangkutan.

Anas Anshori mengatakan bahwa dirinya, khususnya Dinas Pendidikan Lamsel tidak tahu hal tersebut apalagi memerintahkan pemotongan gaji guru di wilayah Lamsel untuk kegiatan MTQ ke-46.

“Tidak, tidak ada perintah untuk itu (pemotongan) gaji guru untuk MTQ. Apa urgensinya kita memotong gaji mereka. Tau saja tidak, apalagi memerintahkan.” Ujar Anas dengan suara meninggi.

Masih kata Anas, dirinya mendapat informasi, masalah tersebut hanya terjadi dilingkup Kecamatan Penengahan saja. Maka dari itu, dirinya, apalagi Dinas yang dipimpinnya tidak ada hubungannya dan bertanggung jawab terhadap masalah tersebut.

“Itukan terjadi hanya di wilayah Kecamatan Penengahan, nggak ada sangkut pautnya dengan kita. Itu cuma kebijakan mereka yang ada di Penengahan. Dan saya perjelas lagi, KUPT juga tidak ngurusi semua itu. Itu urusan Kemenag. Mungkin, kalau saya boleh tanggapi, yang terjadi disitu adalah urunan atau sumbangan yang sifatnya sukarela.”

“Itupun dilandasi oleh persatuan korp atau satu Kecamatan yang ingin ikut serta menyukseskan gelaran MTQ Lamsel, dimana mereka ikut mendukung kontingen satu Kecamatannya. Itu saya kira sah-sah saja. Tidak apa-apa, itu artinya ada kebersamaan diantara mereka satu wilayah.”

“Jadi jelas ya, tidak ada sangkut pautnya dengan kita, dan kami tidak pernah memerintahkan untuk pemotongan gaji guru (PNS) disana.” Imbuh mantan Kadisdik Kabupaten Tanggamus ini.

Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Penengahan, Suroyo, mengatakan kepada awak media bahwa memang benar ada kegiatan sumbangan para guru terkait MTQ yang lalu. Namanya sumbangan, bukan penotongan gaji.

“Betul mas, ada kegiatan sumbangan terkait MTQ. Sekali lagi, namanya sumbangan sukarela, bukan pemotongan gaji. Itu untuk yang mau nyumbang saja. Tidak terikat, siapapun bisa menyumbang, ada yang besaran 15.000 rupiah, juga ada yang memberi 20.000 rupiah. Yang jadi masalah, memang saya akui ada miss komunikasi antara Kepala Sekolah dengan karyawannya dan para guru. Ada pesan yang lewat atau gagal disampaikan ke bawah. Padahal kita sudah jelaskan semuanya dengan baik terkait sumbangan yang sifatnya sukarela tersebut.” Tukas Suroyo. (ujg)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares