Opini

Asep dan Yur, Loyalis yang Betul-betul Loyal

Syahidan SH., MH

OPINI:

“Asep dan Yur, Loyalis yang Betul-betul Loyal”

Oleh: Syahidan SH., MH.
Warga Natar, Mantan Anggota DPRD Lampung Selatan.

Saya mengenal Asep Yani, Ketua Partai Golkar (PG) Lampung Selatan (Lamsel) dan Yur Aflah (Ketua PG Pesawaran) dimulai ketika sama-sama menjadi anggota DPRD Lamsel tahun 1999.

Saya Anggota Legislatif (Aleg) dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan mereka berdua dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Ketika itu, saya adalah pimpinan dewan sementara, karena saya anggota termuda, bersama-sama alm. Sutrisno Wirohusodo anggota tertua dari PDIP.

Selaku pimpinan dewan, Saya berhasil memimpin persidangan dan berhasil menjalankan skenario dengan menempatkan Alm. Haryo Dandang (PDIP) sebagai ketua dan Irwan (PDIP), Marso Kasnanto (PKB) dan Cikmas Adam (PPP) masing-masing sebagai wakil ketua.

Sementara Golkar yang merupakan partai pemenang kedua di Lamsel yang mengusung Alm H. Sumadi sebagai calon ketua DPRD berhasil kami jungkalkan dan tidak mendapat unsur pimpinan dewan.

Ketika pemilihan Bupati Lamsel tahun 2000 (saat itu Bupati masih dipilih oleh anggota dewan), Saya, Yur Aflah dan Asep Yani, kebetulan kami sama-sama pendukung Alzier Dianis Thabrani (ADT).

Kami bertiga berjibaku membela ADT dalam setiap persidangan, pun ketika pemilihan Bupati Lamsel rusuh pada putaran pertama, kami bertiga terus dengan gigih membela ADT, baik di arena persidangan dewan, maupun diluar persidangan.

Kami tetap mati-matian membela ADT, sampai akhirnya pada pemilihan bupati lanjutan, kami harus mengakui kemenangan Zulkifli Anwar – Mukhtar Husin. Setelah pemilihan bupati, dengan segala perjuangan yang dilakukan oleh Asep Yani dan Yur aflah, mereka berhasil menjadikan ADT sebagai Ketua PDIP Lamsel dan Yur aflah sebagai Sekretaris.

Kesetiaan dan loyalitas mereka berdua terhadap ADT terus berlanjut. Kami para pendukung yang kalah dalam pemilihan bupati, ramai-ramai menginisiasi pembentukan Kabupaten Pesawaran.

Jujur, rencana pembentukan Kabupaten Pesawaran tersebut, berhasil kami wujudkan, awalnya hanyalah hasil obrolan kami para anggota Dewan Lamsel yang masih ada rasa kecewa terhadap kekalahan ADT di pemilihan Bupati (Mu’alim Taher, Saya, Yur Aflah, alm. Sunarto, Asep Yani, Gandi Pratomo dll).

Kami rutin ngobrol dan diskusi kecil-kecilan di kantin DPRD Lamsel dan hasil diskusi kami secara rutin dipublikasikan oleh Rudi Suhaimi (wartawan senior di Kalianda) di Lampos.

Akhirnya hasil diskusi kami direspon oleh masyarakat Pesawaran, dan pada tahun 2001 kami berkumpul di GSG Gedung Tataan (yang sekarang kantor DPRD Pesawaran) untuk membentuk panitia pemekaran Kabupaten Pesawaran.

Saat itu secara aklamasi peserta rapat menunjuk ADT sebagai ketua umum panitia pemekaran. Kala itu ADT mau menerima jabatan Ketum dengan catatan, saya harus jadi Sekum. Akhirnya saya ditunjuk sebagai Sekum dan Mualim Taher sebagai Ketua Harian P3KP.

Pada tahun 2003, saat pemilihan Gubernur Lampung (saat itu masih dipilih oleh dewan), ADT dengan segala pro kontra yang terjadi berhasil memenangkan Pilgub, meski saat itu Ketum PDIP tidak merestui ADT sebagai calon PDIP.

ADT melakukann perlawan terhadap Megawati, termasuk dibelakang ADT saat itu adalah Yur Aflah dan Asep Yani. Perlawanan ADT membuat Megawati murka dan akhirnya ADT dipecat dari Ketua DPD PDIP Lamsel, termasuk Yur Aflah dan Asep Yani juga dipecat dari pengurus dan ke anggotaan PDIP Lamsel.

Pilgub Lampung pada tahun 2004 akhirnya diulang dan Syahroedin yang merupakan calon dari PDIP keluar sebagai pemenang. Setelah ADT tidak lagi di PDIP, tiba-tiba ADT masuk jajaran pengurus DPD PG Lampung, dengan jabatan kala itu sebagai Wakil Ketua 1, sedangkan ketua PG saat itu adalah Jazuli Isa.

Setelah PG melakukan Musda tahun 2004 dan ADT terpilih menjadi Ketua PG Lampung, Asep Yani dan Yur Aflah ditarik dan bergabung pula di PG. Berbagai jabatan di PG pernah disandang keduanya, sampai akhirnya pada akhir tahun 2015 atau awal tahun 2016 (saya lupa tahun pastinya) Asep yani terpilih jadi ketua DPD PG Lamsel dan Yur Aflah menjadi ketua DPD PG Pesawaran.

Mereka berdua adalah loyalis ADT yang benar-benar loyal. Ketika ADT beberapa waktu lalu dicopot dari ketua DPD PG Lampung, Asep Yani dan Yur Aflah masih tetap loyal terhadap ADT. Mereka berdua sering menyuarakan dukungannya terhadap ADT di media masa.

Selaku teman akrab, Saya sempat menelpon mereka dan menanyakan sikap mereka. Jawaban mereka bahwa itulah sikap konsisten mereka terhadap ADT. Suatu sikap yang menurut saya, betul-betul amat langka.

Mereka tunjukkan loyalitas yang seloyal-loyalnya. Sampai akhirnya, Saya membaca berita online, bahwa mereka berdua dicopot dari jabatan mereka selaku Ketua PG Lamsel dan PG Pesawaran. Saya betul-betul apresiasi sikap mereka berdua sebagi Loyalis yang betul-betul loyal. Tabik puun sikandua cuma nuppang cawa. (*)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares