Lampung Selatan

Banggar Persoalkan Copy Paste, Laptop dan Sumur Bor

Suasana Pembahasan anggaran dengan Dinas Pendidikan Lamsel di grand elty kalianda, rabu malam (29/11/17). (foto: aka)

Lnews.co, KALIANDA – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lampung Selatan (Lamsel) mempertanyakan pengadaan Laptop dan Sumur Bor di Dinas Pendidikan (Disdik) dalam rapat pembahasan akhir di Grand Elty Kalianda, Rabu malam (29/11/17). Dewan menilai angkanya yang diajukan tak wajar.

Tak hanya itu, anggota Banggar juga menegur Dinas terkait yang dianggap kurang teliti dalam memasukan angka dan nama dalam kolom paparan anggaran. Dewan bahkan memberi penilaian, jika Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hanya mengcopy paste anggaran tahun sebelumnya.

“Saya baca disini. Program Pendidikan Dasar diringkasan bapak Kadis sebesar Rp. 139 Milyar sedangkan di RKA nya 138 Milyar, mana yang benar ini. Saya juga ingin menanyakan Program Pengadaan Peralatan Kantor satu unt laptop senilai Rp. 20 Juta dan Pembuatan Sumur Bor sebesar 110 Juta,” tanya Anggota Banggar dari fraksi partai Demokrat, Jengis Khan Haikal kepada Kepala Disdik, Anas Anshori.

Usai Jengis, Anggota Banggar dari fraksi PAN, Hamdani giliran mencecar Anas dengan sejumlah pertanyaan yang hampir serupa dengan yang dilontarkan rekan sejawatnya.

“Koreksi Penyusunan Anggaran, disini masih tertera Kepala Bappeda Lama, Priyanto Putra, mestinyakan pak Qonilwan. tanggalnya juga tertera 2 Januari 2018 itu kan belum sampai. Kenapa saya koreksi, takutnya ini berkas hasil copy paste, mudah-mudahan isi yang lain tidak copy paste. Saya juga ingin bertanya pembuatan sumur bor sebesar Rp. 110 Juta, Saya juga pernah buat sumur bor, dan harganya tidak semahal itu, saya kira kalau seharga itu bisa dapat lima sumur bor. saya harap anggarannya lebih realistislah,” ujar Hamdani.

Mendapat pertanyaan beruntun tersebut, Anas Anshori memberi jawaban yang terkesan sekenanya. “Koreksi dari bapak Jengis dan pak Hamdani kami terima, Kami menerima input dari BPKAD Pak. Untuk pengadaan Laptop seharga itu karena berdasarkan keluhan di aset kita, komputernya Hang, staf saya minta komputer mana yang bisa memuat data-data yang banyak, agar tidak hang lagi. Tapi kalau memang kata Bapak-bapak ini belum pas, nanti kita bisa beli laptop seharga 2 juta saja,”

Anas melanjutkan, “Soal sumur bor saya tidak memiliki pengalaman, trus saya utus anak buah saya ke dinas PU untuk bertanya, ternyata membuat sumur bor tidak hanya soal keluar air, tapi perlu juga untuk penyaluran dan penampungan.”

Hamdani kemudian menimpali jawaban Anas, “Bukan berarti DPRD gak setuju, ini koreksi, jangan kita main-main dengan anggaran yang ada, supaya ini bisa ditindak lanjuti Pimpinan.”

Ketua Banggar DPRD Lamsel, Hendry Rosyadi pun menyentil Kadisdik, agar mengakui bahwa data yang mereka sampai itu merupakan hasil copy paste dari anggaran sebelumnya. “Ini harus diakui, jangan gak diakui, ini copy paste, soalnya ini barang sudah disini.” Tukas Hendry. (aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares