Darurat Narkoba

Bawa 3500 gram Sabu, 2 Kurir Terancam Hukumam Mati

Kapolres Lamsel, AKBP. M. Syarhan tunjukan lokasi penyimpanan sabu di mobil yaris milik kurir, kamis siang (31/5/18). (foto: ari)

Lnews.co, KALIANDA Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan (Lamsel) merilis hasil tangkapan Narkotika sebanyak 3500 gram sabu-sabu, Kamis siang (31/5/18).

Narkotika golongan satu tersebut disita dari tangan dua kurir di pintu masuk pelabuhan Bakauheni, Sabtu (26/5/18) lalu.

“Pada hari Sabtu tanggal 26 bulan Mei tahun 2018 sekitar pukul 02.00 Wib, telah tertangkap tangan 2 (dua) orang laki laki yang bernama ZULKIFLI IBRAHIM ( ZI ) dan SYAHRUL (SY) karena pada saat pemeriksaan terhadap mobil Toyota Yaris warna Orange Nomor Polisi B 1773 BIF yang dikendarai oleh kedua tersangka telah ditemukan barang bukti berupa 4 (empat) bungkus plastik hitam berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 3500 (tiga ribu lima ratus) Gram, yang ditemukan dari dalam beklading pintu tengah bagian kiri dan kanan yang masing masing terdapat 2 (dua) bungkus plastik hitam, kemudian dilakukan pengembangan ke Jakarta untuk menangkap penerima barang tersebut namun tidak berhasil ditangkap karena kemungkinan pemilik barang tersebut sudah curiga bahwa kedua tersangka sudah tertangkap polisi, lalu tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan,” begitu bunyi rilis yang dibagikan oleh Polisi.

Para kurir tersebut mendapat upah yang cukup menggiur jika berhasil mengantar barang haram tersebut.

“Dalam hal membawa Narkotika jenis Sabu tersebut tersangka ZULKIFLI IBRAHIM ( ZI ) diperintahkan oleh seseorang bernama MAHDI M. NUR (MN) (DPO) yang berada di Aceh Utara, kedua tersangka membawa sabu tersebut dari Aceh Utara dengan tujuan Jakarta, dengan dijanjikan akan diberi upah oleh saudara MAHDI M. NUR (MN) (DPO) sebesar Rp. 90.000.000,(sembilan puluh juta rupiah) apabila barang tersebut sudah diserahkan kepada penerima di Jakarta, lalu apabila upah tersebut sudah diterima maka tersangka ZULKIFLI IBRAHIM ( ZI ) akan mendapat bagian sebesar Rp. 45.000.000,(empat puluh lima juta rupiah) dan tersangka SYAHRUL ( SY ) rencananya akan mendapatkan bagian sebesar Rp. 35.000.000,(tiga puluh lima juta rupiah), setelah dipotong untuk biaya transportasi sebesar Rp. 10.000.000,(sepuluh juta rupiah).”

Tersangka ZULKIFLI IBRAHIM ( ZI ) mengakui bahwa ia bersama dengan tersangka SYAHRUL ( SY ) sudah yang kedua kalinya membawa sabu milik saudara MAHDI M. NUR (MN) (DPO), yang pertama pada hari Selasa tanggal 10 April 2018 membawa sabu sebanyak 2 (dua) kilogram dengan menggunakan kendaraan yang sama Toyota Yaris warna orange dengan nomor polisi B 1773 BIF tersebut, dengan upah sebesar Rp. 60.000.000,(enam puluh juta rupiah), tersangka ZULKIFLI IBRAHIM ( ZI ) mendapat sebesar Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) dan tersangka SYAHRUL sebesar Rp. 20. 000. 000,(dua puluh juta rupiah) sedangkan sisanya Rp. 10. 000. 000,(sepuluh juta rupiah) untuk biaya transportasi selama dalam perjalanan.

Narkotika jenis Sabu tersebut dibungkus dengan plastik bening lalu dibungkus kembali dengan plastik warna hitam, lalu disimpan secara khusus di dalam beklading pintu tengah bagian kiri dan kanan kendaraan R4 jenis kendaraan Toyota Yaris warna orange dengan nomor polisi B 1773 BIF yang digunakan tersangka dengan tujuan untuk mengelabuhi petugas di lapangan.

“Apabila narkotika jenis Sabu tersebut berhasil lolos dikhawatirkan lebih dari 17.500 (tujuh belas ribu lima ratus) manusia menjadi korban narkotika jenis Sabu tersebut dengan asumsi untuk per 1 (satu) gram digunakan oleh 5 (lima) orang,” ujar Kapolres Lamsel, AKBP. M. Syarhan.

Jika Narkotika jenis Sabu sebanyak 4 (empat) paket dengan berat bruto 3500 (tiga ribu lima ratus) Gram tersebut dinilai dengan uang maka nilainya diasumsikan mencapai sebesar Rp. 5.250.000.000,( lima miliyar dua ratus lima puluh juta rupiah) dengan asumsi 1 (satu) paket atau 1 (satu) kilogram Narkotika jenis Sabu tersebut seharga Rp. 1.500.000.000,(satu miliyar lima ratus juta rupiah).

Para tersangka bakal dijerat dengan Pasal 114 A yat (2) Ja Pasal 112 A yat (2) Jo Pasal 115 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1 ) Undang undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman Mati.

Kapolres Lamsel, AKBP. M. Syarhan bersama para tersangka dan kendaraan kurir, di halaman Mapolres, Kamis siang (31/5/18). (foto: ari)

(aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares