Lampung Selatan

Bupati: Pedagang yang sudah Dapat Kios, Jangan Serakah

suasana pertemuan komisi d dprd lamsel dengan pedagang pasar sidomulyo, senin (13/6/16) kemarin. (foto: ant)

Lnews.co, KALIANDA – Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan angkat bicara terkait kisruh pedagang pasar Sidomulyo. Bupati berjanji dalam waktu dekat akan mengirim tim untuk mencari fakta yang sebenarnya terjadi di pasar yang baru selasai dibangun tersebut.

Dari wawancara Lnews.co dengan Bupati usai membuka pasar murah di lapangan Korpri Kalianda, Senin (13/6/16), Bupati nampak kesal, dengan informasi adanya perebutan lapak, kios maupun los di pasar Sidomulyo. Menurutnya, keributan tersebut muncul karena ditengarai dinas dan pihak terkait, tidak becus mengurus pembagian jatah tempat berjualan di pasar itu.

Bupati berjanji akan segera memanggil semua pihak yang terkait dan para pedagang yang berebut Kios atau Los di pasar yang dibangun dengan dana dari pemerintah pusat sebesar 10 Milyar Rupiah itu. Zainudin juga akan memeriksa kebenaran informasi tentang adanya sejumlah Pejabat di kecamatan mendapat jatah banyak kios di pasar Sidomulyo.

“Saya belum mendapat laporan dari hasil terakhir, masuknya suara-suara, seperti ada camat dapat 20 kios, ada KUPT dapat sekian kios, itukan menyalahi aturan, kalau itu memang benar. Makanya mungkin besok atau lusa saya akan panggil semua dengan yang berkaitan dengan pasar yang ada di Sidomulyo ini, masa ngurus pasar aja susah, iya toh? Ndak beli, gratis, dibantu oleh pemerintah pusat, Ribut! wah ini gak benar ini yang kerja.” Ujar Zainudin.

Kisruh perebutan kios dan los di pasar ini rupanya berdampak buruk. Menurut penelusuran Lnews.co, jumlah pembeli yang datang ke pasar ini pun menyusut dibanding sebelum pasar baru Sidomulyo dibangun, ini diduga karena belum selesainya pembagian kios atau los yang masih menjadi rebutan pedagang. Kondisi ini membuat Bupati prihatin. Ia meminta pedagang untuk segera rukun dan yang sudah mendapat jatah kios agar tidak meminta tambahan kios lagi.

“Nah, saya imbau juga warga masyarakat yang dahulu memiliki lokasi jualan disana, jangan serakah, itukan pasar bukan beli, diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah daerah. Jangan serakah, kalau dulu punya luas sekian, kemudian minta lebih luas lagi, gak benar itu. Bagaimana orang mau beli kalau rusuh terus, makanya rukun dulu, rukun, kondusif dulu, kalau ada demo trus nanti takut orang,” kata Bupati. (aka)

Comments

comments

5 Comments

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Popular

To Top
Shares