Kriminalitas

Dalam 7 Jam, 4 Perampokan terjadi di Lampura

ilustrasi perampokan. (net/ist)

KOTABUMI – Sedikitnya empat peristiwa perampokan terjadi di Lampung Utara (Lampura) hari ini dalam kurun waktu 7 jam, Kamis (1/6/17).

Nana Rukmana (35), warga Dusun 1 Desa Kemalaraja Kec Tanjung Raja, Lampura ini mengalami perampokan sekitar pukul 02.15 WIB.

Pelaku yang diperkirakan 6 orang bersenjata api dan golok, masuk kerumah korban dengan cara menjebol kunci pintu depan. Setelah masuk, pelaku menanyakan tempat korban menyimpan uang.

Karena takut, Nana pun menunjukkan uang simpanannya. Para pelaku berhasil kabur setelah membawa uang Rp 50 juta, 2 unit hp dan 1 unit Ipad, 3 unit sepeda motor milik korban.

Bahkan pelaku sempat Membawa anak korban bernama Siti Ratna yang masih berumur 11 tahun untuk dijadikan sandra. Mereka naik motor milik korban, dengan membawa serta remaja tersebut.

Diperjalanan, salah satu motor milik korban sempat yang dibawa pelaku mogok, oleh mereka ditinggalkan ditalang blambangan, Tanjung Raja. Sedangkan, Siti Ratna ditinggalkan dipos ronda perempatan Desa Sri Bandung kecamatan Abung Tengah.

Sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku perampokan yang diperkirakan 10 orang menyatroni kediaman Edi Saragih (65) warga Dusun IV jati rejo Desa Talang Jali Kecamatan Kotabumi Utara.

Informasi yang dihimpun Lnews.co, para pelaku masuk kerumah korban dengan cara mendongkel jendela dan merusak tralisnya menggunakan kayu bulat sepanjang 4 meter.

Kemudian 5 diantaranya masuk kedalam rumah langsung menodongkan senjata api dan golok kepada korban beserta keluarganya. Saat itu, pelaku mengumpulkan para korban di dalam ruang keluarga, yang kemudian kaki dan tangan para korban  di ikat menggunakan tali rapia.

Dari rumah Edi, pelaku menggasak uang Rp.150 juta, emas perhisan yang ditaksir sebanyak 60 gram,1 unit sepeda motor supra x 125 warna silver biru nopol BE 3829 JV, 1 unit hand Phone oppo Mirror 5.

Korban perampokan selanjutnya yakni Suyatmi (35) warga desa Bumi Restu, Abung Surakarta, Lampung Utara, sekitar pukul 07.30 WIB.

Saat itu, korban yang menyetorkan uang dana kelompok Usaha bersama ke rumah Mijo Santoso (52) di Desa Rejomulyo Rt/Rk 001/004, Abung Timur dengan mengendarai honda beat warna putih, dihadang dua pelaku di jalan perbatasan Desa Rejomulyo dengan Desa Bumijaya Kecamatan Abung Timur Lampura.

Seorang pelaku turun dari motor langsung memegang motor korban dan pelaku lain menodong korban menggunakan senpi lalu korban terjatuh dari motor dan uang korban didalam kantong plastik yang dimasukkan didalam baju ikut tercecer, lalu pelaku mengambil uang tersebut dan lari kearah Desa Rejomulyo.

Akibat perampokan itu, Suyatmi mengalami kerugian uang senilai Rp 128 juta.

Dilain tempat, perampok juga menyatroni rumah Nasir (40), Sangat (62) dan Ahmad Saipul. Ketiganya warga Dusun 5 Cinta Sari Desa Kali Cinta Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara.

Ketiganya masih ada hubungan keluarga, Nasir merupakan menantu Sangat, dan Ahmad Saipul anak Sangat.

Pelaku diperkirakan sebanyak 15 orang merusak pintu dan jendela rumah korban dengan menggunakan balok ukuran 8x12x300. Pelaku mendobrak pintu rumah ketiganya.

Setelah terbuka, kemudian mereka mengikat seluruh penghuni ditiga rumah yang berdekatan tersebut. Akan tetapi, pelaku tidak berhasil membawa apapun dari rumah ketiganya.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Esmed Eryadi membenarkan adanya peristiwa perampokan ditiga tempat berbeda tersebut. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Anggota saya masih lakukan penyelidikan,” katanya.

Untuk modus operandinya, perampokan yang terjadi di Kecamatan Kotabumi Utara dan Kecamatan Tanjung Raja, pelaku masuk dengan cara merusak rumah dan mengambil barang berharga. “Di satu tempat, pelaku tidak bawa apa-apa, yakni di Desa Kali Cinta, Kotabumi Utara,” bebernya.

Ia mengaku, akhir-akhir ini peristiwa kejahatan di Kabupaten Lampung Utara meningkat. Akan tetapi, pihaknya akan berusaha secepatnya mengungkap kasus-kasus yang terjadi di Lampung Utara, khususnya perampokan.

Kapolres juga memaparkan, dalam rangka men‎jaga keamanan dan ketertiban, pihaknya meningkatkan patroli dan pam di daerah.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat, dalam meminimalisir peristiwa 3C, pencurian, pencurian disertai pemberatan, serta pencurian disertai kekerasan, masyarakat menggalakkan ronda malam di lingkungannya. (van/str)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares