Bandar Lampung

Dicecar Jaksa, Nanang mengaku sudah kembalikan 480 Juta ke KPK

Nanang ermanto dicecar jaksa kpk. (foto: aka)

Lnews.co, BANDAR LAMPUNG – Usai Hakim Ketua, Giliran Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar saksi, Pelaksana tugas (Plt), Nanang Ermanto dalam sidang kasus fee proyek Lampung Selatan (Lamsel) dengan terdakwa Gilang Ramadhan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang, Bandar Lampung, Rabu (14/11/18).

“Saya ingin kejujuran saudara? berapa total uang yang diberikan kepada saudara,” tanya JPU, Wawan Yunarwanto. Nanang menjawab, “Yang Saya kembalikan 480 juta,”

“Pernah tidak saudara minta dengan terdakwa (Gilang Ramadhan-red)? “Saya lupa pak Jaksa,” Wawan kembali bertanya, “Pernah minta ke Kepala Dinas PUPR Lamsel 25 juta? “Tidak pernah, lupa saya, pak Jaksa,” jawab Nanang.

“Saya ingatkan kembali, pada tanggal 22 Mei 2017, saudara pernah meminta uang untuk ke Jakarta, tahun 2017 pernah menerima uang dari bupati (Zainudin Hasan-red) melalui Sahroni, itu yang tertulis dalam BAP saksi,” cecar Wawan.

“Itu dari pak Bupati pak jaksa, saya lupa pak jaksa,” jawab Nanang. “Pada tahun 2017 semua dari sahroni, fakta ini benar atau tidak? tanya Wawan lagi, “Saya lupa pak Jaksa,” “Ini dari BAP, kalau dari Sahroni itu benar? “Lupa saya pak Jaksa,”

Wawan kemudian membacakan BAP Nanang Ermanto, “Saya hanya membacakan keterangan saudara dari BAP di hurup b, c dan d, semua diterima oleh saksi melalui sahroni,” Nanang kemudian terdiam.

JPU KPK kemudian bertanya lagi, “Tahun 2018 berapa uang yang anda terima? “Belum ada,” jawab Nanang. “Di BAP saudara mengatakan menerima 200 juta, kok anda jawab tidak!?

Wawan kemudian membeberkan jumlah uang yang diterima Nanang yang tercatat dalam BAP, “Bahwa saksi pada Juni 2018, menerima 50 juta dari Agus Bhakti Nugroho (ABN), Juli 2018, 100 juta dari Anjar Asmara, ketiga, 50 juta uang duka dari ABN, total 200 juta ditahun 2018.”

JPU kemudian bertanya ulang, “Uang yang anda terima itu sumber duitnya tau tidak? tanya Wawan, “Tidak, Saya tidak tanya, Saya tidak tau uang itu darimana,” jawab Nanang. “Kenapa tidak tanya? “Yang saya tau uang itu dari pak Bupati, pak Jaksa,” jawab Nanang.

Nanang menambahkan, “Yang jelas saya dikasih pak Bupati, kalau dinda tak punya uang minta ke saya, begitu kata pak Bup kepada Saya. Saya tidak tau asal usul uang itu pak Jaksa,” “Saudara tidak tau, tapi mengapa saudara terima? tanya Wawan.

“Saya tidak tau salah apa benarnya, yang saya tau uang itu dari pak Bup sesuai komitmennya,” ujar Nanang lagi. “Apakah itu hak saudara untuk menerima uang tersebut, apakah karena dia atasan saudara hingga saudara berhak mendapatkan uang tersebut? tanya Wawan. “Iya, karena dia atasan saya dan juga abang saya.” Tukas Nanang.

Sidang dengan menghadirkan saksi Zulkifli Hasan dan Nanang Ermanto selesai sekitar pukul 12.00 Wib. Zulhas dan Nanang langsung meninggalkan PN Tanjung Karang. (aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares