Narkotika

Dijanjikan Upah 150 Juta, Warga Sumbar Nekad bawa 10 Kg Sabu

Kapolda Lampung, Irjenpol. Suntana dan sejumlah pejabat polda dan polres lamsel mengangkat sabu hasil sitaan kurir asal sumbar, di halaman kantor cabang asdp bakauheni, jumat siang (23/3/18). (foto: aka)

Lnews.co, BAKAUHENI – Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan (Lamsel) menyita 10 kilogram sabu-sabu dari tangan kurir asal Sumatera Barat (Sumbar) di pintu masuk pelabuhan Bakauheni, beberapa hari yang lalu.

Penangkapan kurir atas nama Satria Wirawan (24) diekpose oleh Polres Lamsel bersama Kapolda Lampung, Irjenpol. Suntana di pelataran parkir kantor ASDP Cabang Bakauheni, Jumat siang (23/3/18).

Dalam rilis, Kapolda menjelaskan, Narkotika jenis sabu tersebut dibungkus plastik bening alumunium foil kemudian dimasukan dalam tas ransel dimasukan lagi kedalam kotak kardus yang dibungkus dengan plastik biru dan disimpan dalam kendaraan Bus NWP Nopol BA 7221 NU.

“Pada hari Minggu 11 Maret 2018, dalam pemeriksaan rutin petugas seaport Bakauheni menghentikan Bus NPM, setelah digeledah ditemukan 10 plastik berisi kristal bening masing-masing berat 1000 gram dibagasi kiri, tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke kantor Satnarkoba Polres Lamsel,” beber Irjenpol Suntana.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Lutfi Zakaria di sebuah hotel Jakarta Timur pada Senin 12/3/18, selaku pemesan 7 kilogram sabu.

Empat tersangka pengirim dan penerima 10 kilogram sabu-sabu saat diekpose Polres Lamsel di halaman kantor cabang ASDP Bakauaheni, Jumat siang (23/3/18). (foto: aka)

Selain menangkap Lutfi, dihari yang sama polisi juga menangkap Aldo Putra dan Dede Lestari di sebuah hotel di Jakarta Timur, selaku pemesan 2 kilogram sabu dan 1 kilogram sabu.

Menurut pengakuan Satria Wirawan, Ia dijanjikan upah 15 juta rupiah perkilogram sabu atau sekitar 150 juta rupiah jika berhasil mengantar barang haram itu ketujuan. Namun pelaku mengaku baru mendapat uang muka 3 juta rupiah.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka bakal dijerat dengan pasal 122, 114, 115 dan pasal 132 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup dan denda 10 Milyar rupiah.

“Peredaran narkotika melalui pelabuhan Bakauheni akan terus meningkat, oleh karenanya kerjasama kepolisian dengan Asdp juga akan terus kita tingkatkan, salah satu caranya kita akan membangun Posko bersama dengan Asdp yang nanti akan diresmikan bulan April. Kita juga akan menerima kiriman anjing pelacak baru sebanyak 8 ekor dengan daya cium yang lebih kuat.” Tukas Irjenpol Suntana. (aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares