Hukum

Doddy Mance Akhirnya Menyerahkan Diri

Kajari Kalianda, Yeni Trimulyani (kanan) memperlihatkan bukti eksekusi Doddy Mance. (ddn)

Lnews, KALIANDA – Kejaksaan Negeri Kalianda, Lampung Selatan akhirnya mengeksekusi R Doddy Anugerah Putera, Kamis (15/10) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kalianda Yeni Trimulyani mengakui, terpidana  yang terjerat kasus korupsi pengadaan mobil dinas bupati Pesawaran tahun anggaran 2010 itu, menyerahkan diri ke pihak Kejari Kalianda di lokasi Lapas Rajabasa, Bandarlampung dengan didampingi Yulia SH sebagai kuasa hukum terpidana.

“Pelaksanaan putusan berjalan dengan baik, terpidana menyerahkan diri. Eksekusinya dilakukan  di kantor LP Rajabasa,” ujarnya dalam jumpa pers di Aula Kejari Kalianda.

Yeni menjelaskan, eksekusi Doddy berdasarkan surat perintah pelaksanaan putusan pengadilan Nomor (sprint) 1888/N.8.1.1/FU.1 Oktober 2015. “Dasarnya surat putusan pengadilan, dan berita acaranya sudah dibuatkan, dan dia (Doddy) ditempatkan di LP Rajabasa,” kata dia sambil menunjukan bukti berita acara eksekusi tersebut ke arah awak media.

Dia mengatakan, Doddy dijerat dengan pasal 3 junto pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, sebagaimana yang telah diubah UU nomor 20 tahun 2001 atas UU Nomor 31 tahun 1999 Junto pasal 55 (ayat) 1 ke (1).

Dia menjelaskan, kerugian negara atas tindakan Putra Abdullah Sarbini atau Mance ini, sejumlah Rp127.311.364. Dengan nilai  anggaran proyek sebesar Rp. 1.150.000.000 yang merupakan dana APBD T.A 2010 kabupaten Pesawaran.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi lantaran eksekusi tersebut berlangsung secara tiba-tiba (silent), Yeni beranggapan bahwa dalam sebuah eksekusi “gol”nya adalah berhasil.
“Ada berbagai macam strategi yang dilakukan, dan ketika ini dilakukan dan terpidana kooperatif, itu lebih bagus,” katanya lagi.

Dalam salinan putusan kasasi MA majelis hakim Artidjo Alkotsar (selaku hakim ketua) dan MS Lumme serta M. Askin (selaku hakim anggota), Yeni menjelaskan, R. Doddy Anugera Putera dalam perkara kasus korupsi pengadaan mobil dinas bupati Pesawaran tahun anggaran 2010 lalu yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp127.311.364.

Dia melanjutkan, terpidana R. Doddy Anugera Putera dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda sebesar 200 juta rupiah. Namun, jika yang bersangkutan tidak dapat membayar denda maka akan diganti dengan masa hukuman 6 bulan penjara. Terpidana R. Doddy Anugera Putera juga diwajibkan menyerahkan uang pengganti sebesar Rp127.311.364. (ddn/str)

Comments

comments

1 Comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Popular

To Top
Shares