Hukum

Dua Polisi yang Ditahan diisukan Meminta Uang 20 Juta

ilustrasi sel tahanan. (tribunnews.com)

Lnews.co, KALIANDA – Ditahannya dua Polisi atas peristiwa pengungkapan judi sabung ayam di kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan menimbulkan tanda tanya.

Lnews.co mewawancarai langsung Aiptu Sulyadi diruang sel tahanan Propam Polres Lampung Selatan, Rabu siang (26/4/17).

Kanit reskrim Polsek Jati Agung ini menceritakan awal mula penggerebekan judi sabung ayam yang membawa dirinya dan Bripka Agus ke sel tahanan Propam Polres Lamsel.

“Penggerebekan pada tanggal 26 Maret 2017 di belakang kantor pos Karang Sari, Jati Agung. Saat itu sudah kosong, kami hanya mendapatkan barang bukti ayam, covernya, pisang, jenggernya. Selang beberapa jam ada yang kami amankan, namanya Junaidi.”

“Awalnya status Junaidi sebagai saksi, namun setelah kami periksa, statusnya kami tingkatkan menjadi tersangka. Memang pada waktu itu ada lobi-lobi dari dia dan keluarganya tapi anggota saya tidak mau.”

“Setelah kita tetapkan, kita amankan lah tersangka di sel (tahanan Polsek Jati Agung-red), entah bagaimana uang itu diamankan pemeriksa, dari dompet, handphone dan uang. Besoknya karena masalah uang itu tadi, ada penekanan dari AKBP dari Polda itu, gak tau siapa namanya, apa itu udah ngeluarin duit kok masih ditahan.”

“Setelah itu diputarkan lagi katanya dimintai uang 20 juta, dikontrakan seperti itu. Akhirnya kita dibawah yang gak tau permasalahannya, setelah kita limpahkan, kita juga ditahan. Kalau kata pak Dahlan (Kasi Propam-red) ada penekanan juga di AKBP itu.”

Aiptu Sulyadi membantah mengambil uang 3 juga seperti yang diberikan sebelumnya.

“Iya itu kan diamankan, diakan mau masuk sel, saya juga tidak melihat juga, saya pikir kan kalau sudah yakin kita melakukan penyidikan segera tersangka diamankan termasuk barang bukti yang diamankan uang itu. Akhirnya seperti ini, kayaknya mereka puas bener saya ditahan, karena saya tidak bisa lepaskan (tersangka-red).

Sulyadi juga yakin, penggerebekan dan penangkapan tersangka sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

“Di Jati Agung itu kan susah sinyal, kami kirim pemberitahuan lewat WA mungkin telat sampai ke pimpinan. Kita sudah laporkan, sampai meledaklah soal uang itu, katanya ada apa tersangkanya terlambat dilaporkan, soal ada apa-apanya, karena sudah muncul soal uang itu.”

“Ada 10 anggota yang menggerebek saat itu, karena saya sebagai Kanit, saya yang bertanggung jawab dan pak Agus saat itu sebagai pemeriksa. Disitu memang sering terjadi judi sabung ayam dan menjadi atensi kami. Baru kali itu kami gerebek.”

Diakhir wawancara, Sulyadi berharap tidak ada tekanan terhadap dirinya. “Harapan saya, yang pangkatnya lebih tinggi dari saya itu jangan menekan saya seperti ini. Sehingga situasi seperti ini, kalau ada kesalahan sedikit, kita kan bisa diberi diperingati saja.” Beber Sulyadi. (aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares