Ekbis

Harga Telur Melambung, Perindag Lamsel Imbau Warga Konsumsi Ikan atau Tempe

Ilustrasi jual beli telur. (kontan.com)

Lnews.co, KALIANDA – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) kembali mengalami kenaikan usai Lebaran 2018.

Sejak awal Juli Kenaikan harga dari Rp 25 ribu perkilogram kini menjadi Rp 27 ribu perkilogram, atau rata-rata kenaikan Rp.2.000, perkilogram.

Rilis yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Lamsel, Jumat pagi (13/7/18), ada lima penyebab harga telur naik pasca lebaran, dimana biasanya harga telur turun ditahun sebelumnya.

Lima penyebab itu antara lain, pertama, kenaikkan harga pakan ayam petelur. Kedua, pada Lebaran lalu, banyak ayam yang tak berproduksi lagi dan dijual sebagai ayam pedaging.

Ketiga, Pasokan ayam Pullet yakni ayam umur 13 minggu, kosong, bahkan ada beberapa kandang yang sudah inden tiga bulan belum bisa mendapat pasokan.

Keempat, adannya kenaikkan BBM dan kelima, adanya serangan Virus H9N2, yang menurunkan produktivitas telur sampai 50%.

Bagian perekonomian dan Disnak dan Keswan sudah turun ke lapangan, belum bisa menurunkan harga tersebut, karena penyebabnya komplek, lintas sektoral dan melibatkan Pusat.

Apa yang bisa dilakukan oleh Disperindag, Bagian Perekonomian dan Disnak dan Keswan Lampung Selatan adalah meminta masyarakat untuk mengurangi Konsumsi telur untuk kebututuhan rumah tangga dan menggantinya dengan sumber protein yang lain seperti Ikan dan tempe.

Dengan adannya perubahan pola konsumsi ini diharapkan dalam waktu dekat bisa menurunkan harga telur atau mencegah kenaikkan lebih tinggi. (ril/aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares