Lampung Selatan

Istri Gubernur Beli Sayur di desa Way Sari Natar

Yustin beli sayuran segar. (foto: anto/kmf)

NATAR – Ketua Tim Penilai Lomba Kesrak PKK – KKBPK – Kesehatan Tingkat Propinsi Lampung Tahun 2018, Aprilani Yustin Ficardo datang langsung ke Desa Way Sari Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel) untuk melakukan Penilaian, Selasa siang (4/13/18).

Pada kesempatan tersebut Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto bersama Ketua TP – PKK Winarni Nanang Emanto & Ketua Dharma Wanita Lampung Selatan Siti Fatimah Freddy SM serta para Kepala OPD terkait hadir menyertai prosesi penilaian.

Aprilani Yustin Ficardo sangat terkesan dengan kekompakan dan antusias masyarakat Desa Way Sari dalam mengikuti ajang tahunan tersebut, terlihat dari penyambutan masyarakat yang meriah.

Istri Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo itu juga meninjau langsung stand Pameran UP2K, Poskesdes & Pos IVA yang terletak tidak jauh dari Kantor Desa.

Di stand UP2K Yustin membeli beberapa sayur-sayuran segar dan beberapa hasil kerajinan tangan masyarakat desa.

Usai meninjau stand UP2K Yustin melanjutkan menuju Pos kesehatan Desa (Poskesdes), disana ia berdialog dengan para Kader Posyandu.

Ia juga menyempatkan diri menggendong, menimbang dan mengukur tinggi badan salah satu balita.

Yustin gendong Balita. (foto: anto/kmf)

Dilokasi tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan dr. Jimmy Banggas Hutapea menjelaskan kepada Yustin mengenai Sistem Informasi Pencatatan Perkembangan Posyandu (SI CAKEP) yang hanya terdapat di Lamsel.

Usai melakukan peninjauan Poskesdes Yustin menyempatkan diri meninjau Pos Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dimana disini para Kaum Wanita dapat melakukan pendeteksian secara dini Penyakit Kanker Rahim & Kanker Payudara.

Diposkan tersebut Yustin tampak melakukan Yel Yel Gerakan Bersama untuk Kesehatan Reproduksi (GERBEK) dengan para kader dan tim penilai lainnya.

Lokasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak luput dari penilaian istri orang nomor satu di Lampung itu. Disana Aprilani Yustin Ficardo bersama Winarni Nanang Ermanto dan Siti Fatimah Fredy SM memanen tanaman Sawi dan Kangkung, Yustin juga menyempatkan diri meminum jamu yang dibuat oleh masyarakat Desa Way Sari.

Saat diwawancarai oleh media, Yustin mengatakan bahwa Desa Wai Sari baru berusia lima tahun tapi sudah seperti Desa yang sudah lama terbentuk, terlihat dari rasa memiliki, gotong royong dan kekompakan yang sangat tinggi.

“Mereka sangat guyub, padahal Desa ini baru berumur 5 tahun. Ya cukup kompak lah, tidak kalah dengan desa yang sudah lama terbentuk,” katanya.

Yustin juga membeberkan, pelayanan di posyandu sudah sangat baik dan antusias dan kesadaran masyarakatnya juga tinggi.

“Posyandunya sudah ada Sistem Informasi Pencatatan Perkembangan Posyandu ( SI CAKEP) dan itu online, animo masyarakat untuk membawa anak-anak dan balita juga sangat tinggi,” sambungnya.

Sementara itu, menurut Winarni, program-program unggulan seperti SI CAKEP dan GREBEK bisa menjadi nilai plus untuk meraih juara umum tingkat Provinsi.

“Lampung Selatan merupakan salah satu dari lima Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia yang menjalankan program Sistem Pencatatan Perkembangan Diri atau yang kami singkat SI CAKEP. Artinya itu yang menjadi modal kami untuk menjadi juara umum.” Tukas Winarni. (ril/kmf)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares