Hukum

Jadi Tersangka, Hendry serahkan Nasib SG ke DPD

Ketua dpc pdip lamsel, hendry rosyadi diwawancara wartawan di teras gedung dprd lamsel, jumat sore, (6/10/17). (aka)

Lnews.co, KALIANDA – Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) berinisial SG (65) ditahan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, atas dugaan penyimpangan pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Desa Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung.

SG ini merupakan anggota DPRD Lampung Selatan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hasil dari pemilihan umum (Pemilu) Legislatif periode 2014-2019.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Lamsel, Hendry Rosyadi mengaku, belum bisa memberikan komentar lebih jauh.

Ia mengatakan, pasca mencuatnya kasus tersebut, dirinya sudah menanyakan langsung ke SG terkait kebenaran kasus yang menimpa kader benteng moncong putih tersebut, jawaban yang didapat Hendry, SG tidak terlibat.

“Beberapa kali saya tanya tapi, tetap saja dia (SG, red) mengaku tidak terlibat,” kata Hendry, usai memimpin Rapim DPRD Kabupaten Lamsel, Jum’at sore (6/10/17).

Apakah SG terancam terkena Pergantian Antar Waktu (PAW) ? Politisi PDIP ini, menyerahkan segala keputusannya ke partai.

“Saya akan konsultasi terlebih dahulu kepada DPD (Dewan Pimpinan Daerah-red) PDIP Provinsi Lampung tentang langkah yang akan diambil terhadap SG. Intinya meminta petunjuk,” ujar Hendry, yang pada saat itu langsung meninggalkan gedung dewan menuju Bandar Lampung.

Diberitakan sejumlah media, selain SG pihak Kejati Lampung, juga menahan 4 orang lainnya yakni inisial JM (60), DJ (72) SJ (65), dan SM (65) warga Desa Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung.

Penahanan terhadap Lima orang tersangka oleh pihak Kejati Lampung untuk mencegah para tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. (red/aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares