Musim Haji

Jutaan Jamaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah

Jamaah haji berjalan menyusuri terowongan Malik Fahd menuju Arafah. (foto: mkd/kemenag.go.id)

MAKKAH (Pinmas) – Jutaan jamaah haji dari seluruh dunia mulai bergerak menuju Arafah. Mereka akan mengikuti prosesi puncak haji, wukuf di Arafah.

Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Ahmad Subhan mengatakan bahwa jamaah haji Indonesia diberangkatkan pada hari Sabtu (10/09) dalam tiga gelombang. Setiap maktab dengan jumlah jamaah antara 2.800 3.000 orang akan diangkut dengan 21 – 22 bus dalam tiga kali pemberangkatan.

Pemberangkatan pertama dilakukan dari jam 07.00 12.00 waktu Arab Saudi. Gelombang kedua jam 12.00 16.00 WAS. Sedangka pemberangkatan gelombang ketiga dari jam 16.00 WAS sampai selesai, jelas Subhan Cholid, Jumat (09/09) lalu.

Pantauan tim Media Center Haji (MCH) Kementerian Agama, jalan Malik Fahd yang menjadi akses menuju ke Arafah mulai padat. Sejumlah polisi nampak mengatur lalu lintas jalan di depan terowongan Malik Fahd, Syisyah Makkah. Hanya kendaraan yang membawa jamaah haji yang bisa masuk terowongan, lainnya diputar balik menuju ke Makkah.

Beberapa jamaah haji dari berbagai dunia juga nampak berjalan menyusuri terowongan. Tidak sedikit pemuda-pemuda Arab yang menawarkan jasa kursi roda kepada mereka.

Sementara jamaah haji Indonesia, pantauan MCH di pemondokan 603 dan 604, mereka sudah bersiap mengenakan kain ihram dan menunggu bus yang akan membawa mereka ke Arafah datang di Lobby hotel.

Salah satu ketua rombongan yang tergabung pada Kloter 31 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 31), Imam mengatakan bahwa jamaahnya yang berjumlah 44 orang sudah siap untuk mengikuti prosesi ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ditemui di bus jelang keberangkatan ke Arafah, Imam mengatakan bahwa selama di Indonesia jamaahnya yang berasal dari Tangerang telah mengikuti 15 kali manasik di Tanah Air di KBIH nya sehingga optimis jamaahnya bisa mandiri dalam menjalani prosesi ibadah haji.

Untuk manasik, alhamdulillah kita adakan sampai lima belas kali. Insya Allah mereka bisa menjadi jamaah mandiri sesuai harapan dari Kemenag, ujarnya.

Imam mengaku sudah mensosialisasikan kepada jamaahnya untuk menghindari waktu lontar jumrah yang dilarang oleh Pemerintah Arab Saudi. Lontar jumrah akan dilakukan malam. Untuk siang yang afdhal kita tidak akan melaksanakan, katanya.

Mohon doa dari keluarga, mudah-mudahan jamaah kita dalam keadaan sehat, keluarga yang ditinggalkan juga dalam keadaan sehat, harapnya.

Harapan yang sama disampaikan oleh Masmawati dan suaminya Pangaduan Lubis. Jamaah yang tergabung dalam kloter 6 Embarkasi Medan (MES 06) mengaku sudah siap menjalani prosesi Armina. Tidak ada persiapan khusus, kecuali mengikuti kuliah agama (pengajian) bersama pembimbing selama di hotel. Doa banyak. Mohon diampuni dosa-dosanya. Sehat-sehat semua anak di kampong, ujarnya.

Wukuf di Arafah akan berlangsung pada hari Minggu (11/09) setelah matahari condong ke barat (bada zawal). Khutbah wukuf di tenda misi haji Indonesia akan disampaikan oleh Wakil Rais Am PBNU KH Miftahul Akhyar. (mkd/mkd/kemenag.go.id)

Comments

comments

5 Comments

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
Shares