Bandar Lampung

Kapolda : Pelajar dan Mahasiswa Pelanggar Lalin Tertinggi di Lampung

kapolda lampung, irjen pol sudjarno. (tribratanews.polri.go.id)

LAMPUNG – Data Operasi Patuh Krakatau 2017 menunjukkan pelajar dan mahasiswa paling tinggi melanggar lalu lintas.

“Dilihat dari profesi, maka pelajar/mahasiswa paling tinggi pelanggarannya. Naik 102 persen ! Dari 3.280 di 2015 menjadi 6.622 di 2016. Disusul pelanggaran oleh pengemudi angkutan umum naik 39 persen dari 957 menjadi 1.335. Diikuti karyawan/swasta dari 9.101 menjadi 11.815 orang alias naik 30 persen.  Sementara TNI dan POLRI nol, ” urai Kapolda Irjend Sudjarno di Mapolres Pesawaran, Selasa 9 Mei 2017.

Sementara berdasarkan usia, maka pelanggaran tertinggi dilakukan oleh warga yang berusia 21-25 tahun. Naik 62 persen yakni dari 2.945 di 2015 menjadi 4.773 di 2016. Disusul dengan pelanggar lalu lintas usia 16-20 tahun. Naik 32 persen dari 3.247 di 2015 menjadi 4.290 di 2016.

“Secara keseluruhan, tilang naik 49 persen dari 15.307 jadi 22.823 atau naik 7.516 pelanggaran. Kemudian teguran turun dari 2.608 menjadi 1.653, ” lanjut Sudjarno.

Sementara untuk kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan dari 41 kejadian menjadi 23 kejadian di 2016. Korban meninggal dunia turun dari 19 orang menjadi delapan orang. Luka ringan juga turun dari 35 orang menjadi 20 orang.

Luka ringan naik dari sebelas orang di 2015 menjadi 16 orang di 2016. Sementara kerugian material turun dari Rp212,6 juta menjadi 196,8 juta.

Untuk data nasional, sebagai tambahan, ada 2.542 kejadian lakalantas di 2016. Naik lima persen dibanding 2015 yang 2.410 kejadian. Untuk korban meninggal dunia tercatat 412 orang atau turun 76 orang dibanding 2015 yang 488 orang.

Korban luka berat naik dari 688 orang di 2015 menjadi 724 orang. Kemudian untuk pelanggaran lalu lintas mencapai 750.107. Terdiri atas tilang 62.161 lembar dan teguran 12.034 kali.

Secara umum, dominasi pelanggaran masih karena surat berkendara tidak lengkap, penggunaan savety belt dan rambu lalu lintas. (sumber: tribratanews.polri.go.id/ Tim)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares