Hukum

Kasus Prona, Kejari Panggil Pimpinan Konsorsium

Lnews, KALIANDA – Pengusutan kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam pembuatan sertifikat tanah proyek nasional program agraria (Prona) tahun 2014/2015 masih terus berjalan.

Berdasarkan data yang dihimpun di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda, kasus dugaan pungli dalam pembuatan sertifikat sudah masuk dalam babak pemeriksaan terhadap kelompok kecamatan (pokcam) yang merupakan perwakilan dari pihak konsorsium freedom.

“Untuk perkembangan terakhir ini, kami sudah memeriksa tiga sampai empat pokcam,” ujar Kasi Intel Kejari Angga Dhielayaksya tanpa menyebutkan pokcam mana saja yang sudah diperiksa.

Selain itu, dia menjelaskan, pihak Kejari juga sudah melayangkan surat ke pimpinan Konsorsium Freedom pekan ini, untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan pungli dalam pembuatan sertifikat prona tahun 2014/2015 untuk beberapa kecamatan, yang diketahui berjumlah 6000 bidang.

“Yah, kemarin sudah kita layangkan surat yang kami tujukan untuk ketua Konsorsium (freedom) untuk dilakukan diperiksa,” kata Angga, Kamis (8/10) saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Dia menjelaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan pihak-pihak terkait yang diduga melakukan pungli ataupun menerima aliran dana dalam program tersebut. Dan, ia mengaku Kejari masih mencari sisi pelanggaran dalam kasus tersebut.

“Harusnyakan ini gratis, kenapa masyarakat harus mengeluarkan dana. Nah, benang merahanya kemana. Ini yang sedang kami cari,” katanya lagi.

Sayangnya, saat ditanyai kapan target Kejari untuk mengungkap kasus dugaan pungli Prona Lampung Selatan, Angga belum dapat berkomentar banyak, dan hanya meminta awak media bersabar dan menunggu hasil pemeriksaan.

“Tunggu dululah, nanti kami kabarkan bila ada perkembangan,” pungkasnya. (ddn/str)

Comments

comments

1 Comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Popular

To Top
Shares