Hukum

Kejari Kotabumi Geledah RS Ryacudu, CPU Laptop dan Berkas Disita

sejumlah petugas kejari kotabumi membawa koper berisi barang dan berkas yang mereka sita dari rumah sakit ryacudu Lampung utara, Senin (9/5/16). (foto: van)

Lnews.co, KOTABUMI – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi Lampung Utara (Lampura), menggeladah Rumah Sakit Rycudu Kotabumi, Senin (9/5/2016). Penggeledahan dilakukan guna mencari dokumen terkait pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) tahun 2009, yang ditengarai menyimpang dan kini masuk dalam tahap penyidikan.

Berdasarkan pantauan Lnews.co, tim penyidik sebanyak sembilan orang dipimpin Kasi Pidsus Ardi, Kasi Intel, Dicky, dan Kasi Pidum Indra, tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.00 Wib. Mereka langsung memasuki sejumlah ruangan, seperti ruang Direktur, ruang Tata Usaha, ruang Pelayanan Medik, ruang Kepegawaian serta gudang.

Setelah satu jam lebih melakukan penggeladahan, tim akhirnya meninggalkan rumah sakit dengan membawa sejumlah barang, diantaranya satu unit CPU, satu unit Laptop, Flasdisk, serta beberapa berkas

Kasi Intel Dicky ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan, penggeladahan yang dilakukan pihaknya tersebut untuk mencari dokumen asli mengenai proses pengadaan Alkes tahun 2009. Hal itu dilakukan, untuk melengkapi berkas yang sudah ada.

“Kedatangan kami untuk mencari dokumen kontrak dan pengaadaan Alkes. Dan hasil penggeladahan yang kami lakukan, ada beberapa barang yang kami bawa, yaitu CPU, Laptop serta beberapa berkas.” kata Dicky.

Ketika ditanya apakah penggeledahan tersebut merupakan tindaklanjut atas hasil audit BPK yang ditengarai terdapat kerugian negara, dengan tegas Dicky mengaku telah menerima hasil audit BPK dan menurutnya terdapat kerugian negara sebesar Rp 1 miliar lebih.

Menurut Dicky, Kejaksaan tidak lama lagi pihaknya akan segera menetapkan tersangka. Namun sebelum itu, mereka akan meminta keterangan saksi ahli. “Setelah semua berkas lengkap, kami akan tetapkan tersangkanya.” pungkas Dicky.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Kotabumi saat ini sedang mengusut dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit (RSU) Ryacudu Kotabumi, tahun anggaran 2009 senilai Rp 4 miliar.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari total anggaran tersebut yang digunakan pembelian Alkes sebanyak 17 item dan ditemukan ada dua item barang yang izin edarnya sudah tidak berlaku. Pembelian dua barang tersebut kemudian dijadikan acuan telah terjadi penyimpangan yang mengakibatkan adanya kerugian negara. (van/str)

Comments

comments

10 Comments

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Popular

To Top
Shares