Hukum

Kejari Kotabumi Tahan Lima Tersangka Kasus RS Ryacudu

Salah satu tersangka dugaan korupsi alkes saat digiring ke mobil tahanan kejaksaan, menuju Rutan Kelas II Kotabumi, Kamis (12/5/2016). (foto: van)

Lnews.co, KOTABUMI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi Lampung Utara (Lampura), menahan lima tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu pada tahun 2009, Kamis (12/5/2016) sekitar pukul 14.00 Wib.

Kelimanya tersangka berinisial SR, OR, MH, TBR, dan IH yang merupakan panitia pengadaan alkes di tahun 2009 lalu.

Berdasarkan pantauan Lnews.co, para tersangka sebelum digiring ke mobil tahanan Kejaksaan, menjalani pemeriksaan sekitar 3 jam dan melakukan cek kesehatan oleh dokter yang ditunjuk penyidik.

“Tadi mereka kami periksa dari jam 11.00 Wib sampai jam 13.00 Wib dengan status tersangka. Setelah itu mereka langasung kami tahan di Rutan Kotabumi sampai proses persidangan nanti, baru kami titipkan di Rutan Wayhui Bandar Lampung,” ujar Kasi Intel Kejari Kotabumi, Dicky.

Kelima warga Kotabumi tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melangggar pasal 2 Jo pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi.

Dimana, para tersangka diduga mengabaikan surat izin edar perusahaan pemenang lelang pada pengadaaan 16 item alat kesehatanl Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi.

Menurut keterangan petugas dari hasil audit BPK perbuatan para tersangka diduga telah menyebabkan kerugian sebesar Rp 1,690 miliar. “Mereka selaku panitia pengadaan, memenangkan perusahaan yang tidak layak dimenangkan.” Jelas Dicky.

Untuk diketahui, Kejari Kotabumi mengusut dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit (RSU) Ryacudu Kotabumi, tahun anggaran 2009 senilai Rp 4 miliar, sejak awal tahun 2015 silam.

Berdasarkan data yang dihimpun Lnews.co dari total anggaran tersebut yang digunakan pengadaan alkes sebanyak 17 item itu, ada beberapa item pengadaan barang diketahui izin edarnya sudah tidak berlaku, sehingga terindikasi adanya penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara. (van/str)

Comments

comments

1 Comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Popular

To Top
Shares