Lakalantas

Keluarga Korban Kecelakaan Tuntut Penabrak Bertanggung Jawab

korban lakalantas, tarmedi saat dirawat dirumah sakit bob bazar kalianda, rabu (14/617). (ujg)

Lnews.co, KALIANDA – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, hal itu sebagai gambaran Tarmedi (35), korban selamat yang mengalami luka berat akibat kecelakaan lalu lintas maut di Jalinsum Jati Indah, Way Urang Kecamatan Kalianda, Senin malam (12/06/17) lalu.

Kecelakaan maut melibatkan 3 kendaraan ini, diduga melibatkan Kepala Bagian Perekonomian Nurmali Rizal itu menewaskan pengendara sepeda motor warga Dusun Bogol, Desa Sukatani Kecamatan Kalianda, Supriadi (25) yang pada saat itu membonceng Tarmedi.

Tarmedi hingga hari ini, Rabu (14/06/17) masih menjalani perawatan intensif di Ruang Bedah RSUD Bob Bazar Kalianda. Namun menurut penuturan keluarga korban, sampai hari ini belum ada seorang pun pihak penabrak yang menunjukkan etikat baik untuk sekedar memperingan beban Tarmedi dan keluarganya.

“Yang datang mas? Boro-boro, sampai detik ini tidak ada seorangpun yang datang menjenguk adik saya ini. Hari ini sudah 2 hari 2 malam adik saya (Tarmedi-red) tergeletak disini, tapi tidak ada yang melihatnya disini,” ujar kakak korban, Mahfudowati (40), kepada Lnews.co di Ruang Bedah RSUD Bob Bazar Rabu siang sambil terisak.

Wanita setengah baya ini menambahkan, paska kecelakaan dirinya dan keluarga besarnya merasa kesulitan dalam membiayai perawatan adiknya.

“Lihat aja mas, luka-luka di kepalanya, tangan dan kakinya itu perlu pengobatan yang tidak sedikit biayanya, itu semua keluar dari kantong kami sendiri, sebagian kami sampai berhutang disana sini untuk perawatan adik saya ini. Dimana rasa kemanusiaan bapak penabrak adik saya ini ?,” kata Mahfudowati lagi.

Bila sampai beberapa hari kedepan tidak ada itikad baik dari para penabrak, pihak keluarga berniat akan menuntut mereka ke pihak berwajib.

“Saya dapat informasi, katanya yang nabrak adik saya ini seorang pejabat, orang kaya, gimana dong solusinya? Datanglah kesini, kalau tidak datang itu sama saja sembunyi, tidak bertanggung jawab. Jangan mentang-mentang pejabat, kok seenaknya memperlakukan orang. Kami ini orang miskin, gimanalah solusinya, datang kesini, bantu kami,” ucapnya.

Mahfudowati mengharapakan ada tanggung jawab dari penabrak setidaknya menjenguk korban dirumah sakit. “Kasihan adik saya ini, mana banyak tanggunannya, anaknya ada 3 orang yang masih kecil-kecil, istrinya pun bekerja di Jambi belum datang kesini”, tukas Mahfudowati memelas. (ujg)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares