Opini

“Kemana Bangkai Patung ZAP Kini Berada?”

patung ZAP saat hendak ditancapkan dipondasi. (foto: patungperunggu.com)

OPINI
“Kemana Bangkai Patung ZAP Kini Berada?”

Penulis: Jaylani Mangku Alam
Ketua LSM Setara Lampung Selatan.

Pada tahun 2011 ada salah satu kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkanb) Lampung Selatan (Lamsel) yang kontorversi, yakni pembangunan patung Zainal Abidin Pagar Alam (ZAP) di pintu masuk kota Kalianda.

Tak tanggung, pembangunan berikut harga patung yang terbuat dari perenggu murni tersebut bernilai 1,7 milyar rupiah. Dana pendirian dan pembuatan patung kakek dari mantan bupati Lampung Selatan periode 2010 – 2015 tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 01 tahun 2011.

Seiring berjalannya waktu patung yang menjulang ditengah kota Kalianda setinggi 11 meter (dihitung dari dudukan patung) ini dirubuhkan oleh ribuan warga awal-awal tahun 2012.

Karena patung ZAP itu dibeli atau diperoleh atas beban APBD atau barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah maka secara otomatis, patung ZAP menjadi aset daerah atau milik daerah, sebagaimana diatur dalam Pasal 3 butir 1 huruf a, b dan butir 2 huruf a, b, c, d Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan barang Milik Daerah.

Jika patung ZAP tersebut masuk ke dalam aset daerah, maka pertanyaannya dimana bangkai patung ZAP itu sekarang berada?

Dalam hal ini Bagian Aset Pemkab Lamsel maupun dinas terkait harus menjelaskan dimana aset daerah tersebut berada. Dan jika telah dilelang berapa nilai lelang serta kemana uang hasil lelang tersebut?.

Melihat kebelakang Kabag Humas Pemkab Lamsel saat itu adalah Henri Dunan. Selain sebagai Kabag Humas, Ia juga merupakan salah satu oknum yang “pasang badan” agar tugu patung ZAP tetap berdiri di Kalianda.

Atas dasar tersebut, kemungkinan besar, Kabag Humas saat itu tahu persis jalan cerita dan kemana bangkai patung ZAP tersebut diamankan.

Kami berharap Penguasa Lampung Selatan saat ini bisa menjelaskan, kemana aset daerah tersebut berada dan jika telah dijual maka pertanyaanya, apakah uang hasil penjualan bangkai patung ZAP itu sudah dikembalikan ke KAS negara?

Saya yakin Pemkab masih bisa menelusuri keberadaan patung tersebut, karena “Penghuni” dan jajaran Pemkab Lamsel saat ini masih mayoritas masihb “Seragam Lama”.

Comments

comments

1 Comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Popular

To Top
Shares