Musim Haji

Kemenag Tampung Jemaah Indonesia Berpaspor Filipina di Asrama Haji Pondok Gede

Jemaah haji Indonesia berpospor Filipina naik bus di Bandar Soetta menuju ke Asrama Haji Pondok Gede. (foto: gpenk/kemenag.go.id)

JAKARTA (Pinmas) – Sebanyak 106 jemaah haji Indonesia teridentifikasi di Manila berangkat haji dengan paspor Filipina. Sebagian dari mereka sudah tiba di Jakarta Juma (21/10) dini hari tadi, sebagian lainnya dijadwalkan akan pulang malam nanti.

Kepala Biro Umum Kemenag Syafrizal mengatakan bahwa jemaah haji ini akan diinapkan di Asrama Haji Pondok Gede maksimal selama tiga hari. Mereka akan ditempatkan di Blok E. Sebelum dibawa ke Asrama Haji, para jemaah haji mengisi formulir biodata.

Menurut Syafrizal, selama di asrama haji, mereka akan menerima pembinaan dari Kementerian Agama. Selain itu, kepada mereka juga akan dilakukan pendalaman masalah dan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bareskrim Polri dan Ditjen Imigrasi Kemhukham untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Bantuan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu, Lalu Muhamamd Iqbal mengingatkan agar kasus serupa tidak terulang lagi. “Harusnya bapak ibu ini ditahan dan diadili di Filiphina, karena telah melakukan pelanggaran. Namun, karena adanya upaya diplomasi intensif dari Pemerintah di berbagai level tingkatan, maka bapak ibu tidak ditahan dan diadili di Filipina, bahkan ditetapkan sebagai korban,” terang Iqbal.

“Sekali lagi, saya berharap, masyarakat kita tidak mengulang kejadian ini. Jika hal ini terulang lagi, kami tidak tahu apakah bisa dipulangkan seperti ini atau malah mendapatkan sanksi hukum dari negara terkait,” tandasnya.

Menurut Syafrizal, jemaah haji berpaspor Filipina ini akan pulang ke tempat tinggal masing-masing setelah mendapatkan ijin dari Kabareskim Polri, dan dengan biaya sendiri. 106 jemaah haji berpaspor Filipina ini terdiri atas 28 laki-laki dan 78 wanita. 42 diantaranya berusia di atas 60 tahun. Mereka berasal dari 9 daerah, yaitu: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, DKI Jakarta, dan Lampung. Sementara itu, sebagian lainnya adalah WNI yang berdomisili di Sabah, Malaysia. (g-penk/mkd/mkd/kemenag.go.id)

Comments

comments

To Top
Shares