Lampung Selatan

Komisi A Cecar Sekretaris Korpri Lamsel terkait Iuran Anggota

Anggota Komisi A, DPRD Lamsel, Syaiful Anwar sedang bertanya kepada Sekretaris Korpri Lamsel, terkait iuran anggota, jumat siang (24/11/17). (foto: aka)

Lnews.co, KALIANDA – Anggota Komisi A DPRD Lampung Selatan (Lamsel), Syaiful Anwar menyecar Sekretaris Korpri, Nurmali Rizal, terkait jumlah dan penggunaan iuran anggota yang selama ini dinilai tak jelas juntrungannya.

“Saya ingin bertanya kepada pak Sekretaris Korpri, pertanyaan ini titipan dari sejumlah PNS terkait jumlah iuran anggota yang sudah terkumpul dan digunakan untuk apa saja iuran tersebut?” Tanya Syaiful pada rapat pembahasan anggaran tahun 2018 diruang komisi A, Jumat siang (24/11/17).

Menurut anggota Komisi A dari Fraksi Partai Gerindra itu, Sekretaris Korpri Lamsel wajib menjelaskan secara rinci iuran tersebut untuk menghilangkan kecurigaan dari para anggota.

Pertanyaan dari wakil rakyat itu, dijawab dengan gamblang oleh Nurmali Rizal yang saat itu hadir tanpa berwakil dibantu oleh para stafnya.

Sekretaris Korpri Lamsel, Nurmali Rizal memberi penjelasan anggaran di ruang Komisi A, DPRD Lamsel, Jumat siang (24/11/17). (foto: aka)

Menurut Nurmali, pemungutan iuran anggota Korpri tersebut dilaksanakan atas dasar yang jelas dengan rincian dan penggunaan yang jelas pula.

“Korpri Lamsel memiliki anggota sekitar 8.900 orang yang terdiri dari PNS fungsional dan struktural. Jumlah iuran yang kita pungut berdasarkan golongan dengan nilai antara Rp. 3000 sampai Rp. 10.000 perorang tiap bulan,” ujar Nurmali.

Ia memaparkan, Dasar pungutan iuran itu adalah surat edaran dari Korpri Provinsi Lampung tahun 2010 dan Pemungutan baru dilaksanakan tahun 2011.

Rinciannya 50 persen untuk Satker tempat PNS tersebut bekerja, 50 persen untuk Kopri, yang dibagi lagi menjadi 25 persen untuk Korpri Provinsi dan sisanya untuk Korpri kabupaten.

Nurmali melanjutkan, Iuran itu digunakan untuk uang duka sebesar Rp. 5 juta perorang, untuk pembiayaan ulang tahun Korpri, kemudian untuk Beasiswa yang diberikan kepada pelajar Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi.

Sebagian lagi disimpan di bank dan sebagaian untuk tali asih. Kemudian dari uag iura itu juga menurut Nurmali digunakan untuk unit usaha Korpri untuk membeli beras Palas yang dijual kembali.

“Saldo yang ada hingga saat ini sebesar 683 juta dan itu sudah kita laporkan ke Sekda.” Tukasnya.

Sekretariat Korpri Lamsel merupakan OPD ketiga yang membahas anggaran tahun 2018 bersama Komisi A DPRD Lamsel. (aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares