Lampung Selatan

Komisi C Pertanyakan Kecilnya PAD Dinas PU Lamsel

anggota komisi c, hamdani (kiri) bertanya kepada sekdin pu lamsel, destrinal (kanan) dalam rapat pembahasan lkpj bupati tahun 2016, di ruang komisi dprd lamsel, selasa siang (9/5/17). (aka)

Lnews.co, KALIANDA – Komisi C bidang Pembangunan DPRD kabupaten Lampung Selatan, membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawab (LKPJ) dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Selasa siang (9/5/17).

Pantauan Lnews.co, semua Komisi C hadir, mulai dari Ketua hingga anggota yang berjumlah 13 orang. Sementar dari Dinas PU Lampung Selatan tidak dihadiri oleh Kadis melainkan diwakilkan kepada Sekretaris Dinas, Destrinal berikut para anak buahnya.

Dalam pembukaan rapat, Destrinal memaparkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja tidak Langsung dan Belanja Langsung Dinas PU Lampung Selatan.

“Target PAD 82 juta terserap 95,7 persen, Belanja tidak langsung 12 milyar, terserap 96,27 persen dan Belanja langsung 400 milyar terealisasi 91 persen,”

“Titik pokoknya adalah Belanja Langsung, dengan rincian, Bidang Bina Marga, ada 11 kegiatan, jumlah 356 milyar, terserap 328 milyar atau 92 persen. Pengairan, 55,3 milyar terserap 51 milyar atau 92,34 persen. Cipta Karya, 39,3 milyar, terserap 33,4 milyar atau 85,13 persen. Tata Ruang, 5,9 milyar, terserap 5,2 milyar atau 94,16 persen dan Sekretariat, 9,8 milyar terserap 8,8 milyar atau 90,10 persen,”

“Sesuai dengan petunjuk dan arahan pimpinan rapat, kami sudah menyampaikan indikator dan sasaran program, kami menjabarkannya dari masing-masing program.” Beber Destrinal.

Usai pemaparan laporan keuangan oleh Sekretaris Dinas PU, abggota Komisi C, Hamdani, menanyakan PAD Dinas PU yang tidak mencapai target padahal nilai ditetapkan tidak terlalu besar.

“Mengapa target PAD yang kecil, namun tidak mencapai target 100 persen, saya ingin tau berapa sih pendapatan dari sewa alat berat Dinas PU? Menurut saya, kalau kita serius ingin menggali PAD, terlalu sedikit jika target PAD Dinas Pu cuma 82 juta.” Sergah anggota DPRD dari fraksi PAN itu.

Mendapat pertanyaan tersebut, Destrial menjawab permasalahan minimnya Pendapatan karena kondisi alat berat yang sudah uzur, sehingga tidak maksimal dalam mendulang PAD.

“Kami jawab dengan Fakta, permasalah umur dan jumlah alat berat yang kami miliki ini perlu ada perubahan atau pembaharuan unit, kalau rusak kita tidak bisa langsung beli melainkan pesan dulu, dan ini memakan waktu selain itu, Kompetisi penyewaan alat berat juga semakin sengit dan kita tidak menjadi pilihan pertama para pemakai.” tukas Destrinal.

Pembahasan LKPJ hari ini merupakan hari yang kedua, yang dilaksanakan DPRD Lampung Selatan dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemkab Lamsel.
Pembahasan LKPJ ditingkat Komisi A, B, C dan D itu digelar mulai hari Senin 8 Mei 2017 kemarin sampai dengan tanggal 10 Mei 2017. (aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares