Maling Baterai Tower di Kalianda, Warga Balam Ditangkap

oleh -859 views
para pelaku. (foto: ril)

KALIANDA – Team Unit Reskrim Polsek Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) berhasil menangkap lima tersangka pencurian battery tower provider.

Pelaku bernam,Tomi Laksmana Sukardi (28), Saheri (24), M. Dico Chandra Lubis (26), Patra Setiawan (19) dan Medi Saputra (27) kesemuanya warga Kota Bandar Lampung secara bersama-sama melakukan tindak pindana curat berupa battery tower di Jalan Lintas Sumatera kelurahan Way Lubuk, kecamatan Kalianda, Senin kemarin (23/11/20).

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Zaky Alkazar Nasution, Kapolsek Kalianda AKP Mulyadi mengungkapkan, lima tersangka ditangkap Team Unit Reskrim di dua tempat terpisah, empat pelaku ditangkap ketika sedang beraksi di tempat kejadian perkara (TKP) sedangkan satu tersangka ditangkap dari pengembangan kasus perkara.

“Pada hari Senin (23/11/2020) sekira jam 15.15 WIB, di Jalan Lintas Sumatera Kelurahan Way Lubuk telah dilakukan penangkapan terhadap lima pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan,” terang AKP Mulyadi, Selasa (24/11/2020).

AKP Mulyadi menjelaskan, para pelaku mengangkat pagar besi tower untuk masuk kedalam area tower milik PT. Protelindo Tower Operator 3, lalu mereka membuka kunci boks penyimpanan battry tower.

“Para pelaku memotong besi safety belt batre menggunakan gerinda, kemudian mengambil 4 (empat) buah battry tower merk Acme-R Narada warna abu-abu,” jelasnya.

AKP Mulyadi menambahkan, masyarakat yang curiga terhadap aktifitas para pelaku di TKP, kemudian melaporkan hal itu ke Polsek Kalianda.

Berbekal laporan masyarakat, maka Tim Piket Unit Reskrim bergerak ke TKP dan mendapati empat orang pelaku sedang beraksi, kemudian dilakukan penangkapan.

“Dari hasil interogasi, para tersangka mengakui telah melakukan pencurian karena disuruh oleh pelaku Medi Saputra (27). Kemudian, Polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku Medi Saputra (27),” rinci AKP Mulyadi.

Dari tangan para pelaku, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 4 buah battry merk Acmi-F Narada warna abu-abu, 1 unit mobil Daihatsu xenia warna hitam dengan Nopol B 1987 VKF serta peralatan lain.

Akibat kejadian tersebut, PT. Protelindo Tower Operator 3 mengalami kerugian materi sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).

“Para pelaku dikenakan Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP dimana pencurian  yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.” Pungkas AKP Mulyadi. (ril)

Komentar