Opini

(OPINI) “Ketika Dalang (kembali) Mencari Wayang”

OPINI
Judul: “Ketika Dalang (kembali) Mencari Wayang”
Penulis: Syahidan, SH., MH.
(Politisi, Tinggal di Natar, Lampung Selatan)

Kita tentu masih ingat, Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2014, Pilgub yang dibarengkan dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilgub yang amat jor-joran dengan betaburannya gula di seantero bumi Lampung.

Adalah MRF, anak muda belia, yang belum sama sekali dikenal publik Lampung, bahkan hanya segelintir orang saja yang faham dengan Alumni Al Kautsar tersebut. Gerakan sosialisasi yang dilakukan MRF begitu masif. Di Sokong dana yang tak terbatas dari Sugar Group, MRF bisa meluluh lantakkan jagat politik Lampung kala itu.

Dengan pertunjukan wayang “saban” malam di seantero Lampung, masyarakat diajak untuk “lek-lek’an” mirip pesta rakyat. Karena semua fasilitas sudah tersedia, mulai dari kursi, taruf, panggung, snack, konsumsi (makan malam), sampai pada kupon undian dengan hadiah sapipun sudah tergenggam oleh masyarkat yanng menonton.

Perhelatan wayangan inipun amat kena dan mengena dihati masyarakat, maklum, masyarakat Lampung adalah mayoritas suku “Jawa” dan sosialisasi Pilgub atau Pilkada dengan menggunakan media wayang, baru tahun 2014 itulah terjadi, sehingga bagi masyarakat Jawa, Pilgub Lampung serasa Pilgub di Pulau Jawa.

Masyarakat sambil menonton wayang, menikmati snack makan malam gratis, sambil mesem2 bercerita sesama mereka tentang nostalgia di pulau Jawa dan siapa tahu pulang “Subuh” sudah menarik sapi sebagai hadiah dari undian kupon keberuntungan.

Masyarakat Lampung dalam Pilgub 2014 betul-betul dimanjakankan dengan manisnya gula, betapa tidak, terkadang saat bangun pagi, ketika membuka pintu rumah, tahu-tahu di teras rumah sudah tergeletak 2 kg gula, entah siapa pengantarnya, tapi rakyat faham, bahwa itu adalah kiriman MRF melalui tim kerjanya yang tersebar se antera Lampung dengan populasi setiap 10 rumah ada 1 org tim kerja.

Ya, rakyat Lampung benar-benar menjadi penonton yang terhormat, sang dalang mampu membuat wayang menjadi selalu dikenang oleh rakyat yang hanya mencari gampangnya saja. Alhasil saat pencoblosan dan perhitungan suara, MRF bisa memenangi Pilgub dengan 1 putaran, menghempaskan nama2-nama beken kala itu seperti ADT, Herman HN dan Berlian Tihang.

MRF mulus dilantik sebagai Gubernur termuda se Indonesia. Dengan wajah lumayan ganteng, MRF jadi idola ibu-ibu di Lampung, bahkan kita pun masih ingat, saat hari pertama ngantor sebagai Gubernur, usai apel pagi, para pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) (baca : para ibu2), rebutan berselfi ria dengan gubernur yang diyakini akan membawa Lampung ke arah lebih baik.

Wayang sudah benar-benar tertancap dilayar pertunjukan dan akhirnya sang dalang pun muncul di permukaan saat pelantikan para pejabat Pemprov Lampung di Balai Keratun. Sang dalang duduk manis, sambil sesekali tersenyum kepada para penonton (baca : tamu undangan) yang hadir kala itu.

Hadirnya sang dalang, menjadi buah bibir dan itu meneguhkan praduga yang berkembang kala itu, bahwa MRF memang disokong oleh Sang Dalang untuk menjadi wayang. Seiring perjalanan waktu, entah siapa yang memulai, tiba-tiba sang dalang memasukkan wayang kedalam peti penyimpanan, layarpun yang sudah terpasang dibongkar dan pertunjukan dinyatakan bubar.

Kini sang dalang (kembali) mencari wayang, cerita dan lakon amat sama. Para penyanyi sinden (baca : para ketum parpol) sudah siap dengan satu irama. Kursi dan tenda sudah digelar, layar pun sudah mulai terkembang, akankah “Wayang” yang dicari sang “Dalang” kembali akan menang? Kita lihat saja gelaran “Wayangan” yang sudah mulai berjalan ini. Tabiiikk… (*)

(Isi diluar tanggung jawab penerbit)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares