Opini

(OPINI) Menagih Janji 1 Milyar dari Bupati

Ilustrasi opini. (aka)

OPINI
Penulis: SYAHIDAN., MH.
Mantan Jurnalis dan Anggota DPRD Lampung Selatan 1999-2009.
Tinggal di Natar, Lampung Selatan

Judul: Menagih Janji 1 Milyar dari Bupati

Syahidan., MH

Tahun 2015, warga dusun Ciramai 1, desa Banjar Negeri, kecamatan Natar, kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) berencana memugar Masjid Al Islah, yang berada didusun tersebut.

Karena keterbatasan dana, panitia mencari dana dengan cara meminta sumbangan kepada pengguna Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera-red), karena kebetulan masjid itu berada dipinggir Jalinsum Ciramai.

Alhamdulillah, sumbangan dari pengguna jalan cukup lumayan dan pemugaran masjid terus berjalan.

Pada bulan Januari 2017, panitia pemugaran masjid dipanggil oleh Pemkab Lamsel dan singkat cerita, Pemkab LS berencana akan membuat Masjid Raya Kecamatan Natar, dan Masjid Al Islah, dipilih oleh Pemkab sebagai tempat (lokasi) Masjid Raya tersebut.

Singkat cerita, Pemkab Lamsel meminta panitia untuk mengadakan pengajian akbar di masjid tersebut dan akan dihadiri langsung oleh Bupati Lamsel, Zainudin Hasan.

Awal Februari 2017, terlaksanalah pengajian akbar yang diminta oleh Pemkab. Diiringi oleh pejabat teras Lamsel, sang Bupati yang amat agamis itu hadir ditengah-tengah masyarakat lengkap dengan baju kebesarannya yaitu baju gamis putih, kopiah putih dan saya lupa beliau pake sepatu atau sandal jepit.

Acara pengajian akbarpun dimulai. Bupati yang gemar itikaf di Bani Hasan itupun diberi kesempatan untuk berpidato. Mulailah bupati berpidato dari A sampai Z kepada ribuan jamaah yang hadir, mulai dari program bangun desa, sampai cara mengelola Dana Desa, tentu saja pidato bupati diiringi pula dgn ceramah agama, karena memang bupati Lamsel ini kabarnya adalah juga seorang da’i.

Saat berpidato dihadapan jamaah, bupati menyampaikan bahwa melalui APBD Lamsel TA 2017, Masjid Al Islah akan dibantu Rp. 1 Milyar, karena masjid itu akan dijadikan Masjid Raya Kecamatan Natar.

Mendengar bantuan Rp 1 Milyar, ribuan jamaah sontak bertepuk tangan, bahkan takbirpun menggema dilokasi pengajian, sampai membuat merinding mendengar takbir karena haru dan bangga atas inisiatif sang bupati yang begitu luar biasa dalam memperhatikan pembangunan tempat ibadah.

Setelah suasana hening, bupati kembali berpidato dan lagi-lagi takbir dan tepuk tangan ribuan jamaah kembali terdengar, karena bupati kembali berjanji akan menambah bantuan ke masjid tersebut, jika dana Rp 1 Milyar tersebut masih dikurang.

Bupati Lamsel dengan bahasa yang amat arif menyampaikan ke jamaah dan panitia untuk berhenti meminta sumbangan dipinggir jalan, karena selain mengancam keselamatan jiwa, juga karena Pemkab Lamsel sudah siap mendanai pembangunan masjid tersebut.

Akhirnya sejak pengajian akbar itu, panitia menghentikan meminta-minta sumbangan di Jalinsum dan pembangunan masjid itu pun sementara waktu berhenti, selain tidak ada dana, juga sambil menunggu dana Rp 1 Milyar “turun” dari kantor bupati.

Dari bulan Februari berganti bulan Maret, merambat ke April, Mei, Juni dan seterusnya, panitia bolak-balik ke kantor bupati untuk mengurus bantuan Rp 1 Milyar, tapi apa lacur, sampai akhir November ini, bantuan dari kantor bupati gak turun-turun sedangjan panitia telah terlanjur menghentikan aktifitas mereka meminta sumbangan di Jalinsum.

Dan yang paling parah, pembangunan masjid tersebut sejak bulan Februari 2017 terhenti alias mangkrak. Berdasarkan bisik-bisik panitia, Pemkab Lamsel meminta kepada panitia untuk membuatkan sertifikat tanah yang menyatakan bahwa tanah tersebut adalah milik Masjid Raya Natar.

Dan menurut panitia, pembuatan sertifikat tersebut membutuhkan waktu dan Pemkab Lamsel tidak akan membantu atau mengucurkan dana Rp 1 Milyar tersebut jika belum ada sertifikat.

Padahal pada awalnya saat panitia dipanggil oleh Pemkab Lamsel dan saat bupati hadir, tidak pernah menyinggung sertifikat sebagai syaratnya, karena memang masjid tersebut sudah berdiri hampir 100 tahun di tanah tersebut.

Mudah-mudahan Bupati Lamsel dapat merealisasikan janjinya, karena ini terkait dengan rumah ibadah dan terkait dengan ummat.

Apalagi janjinya memberi bantuan Rp 1 Milyar itu sudah dimasukkan dalam APBD 2017 dan sekarang TA 2017 sudah akan berakhir.

Ayolah Bupati, realisasikan janjimu, agar masjid tersebut tidak mangkrak! Agar rakyat kembali bisa bertepuk tangan dan agar gema takbir terus berkumandang. Tabikpun sikanduwa cuma nuppang be bukhita. (*)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares