Opini

(OPINI) POLITIK MENCLA-MENCLE ‘ALA’ PAN LAMPUNG

(aka)

OPINI

Judul: “POLITIK MENCLA-MENCLE ‘ALA’ PAN LAMPUNG”

Penulis: SYAHIDAN MH

Politisi tinggal di Natar, Lampung Selatan.

Syahidan MH

Tulisan saya ini sebenarnya belum saatnya tampil, krn proses pendaftaran di KPU blm ditutup, sehingga blm bisa ditebak, sesungguhnya akan berlabuh kemana PAN ini sebenarnya. Tapi, pagi ini, hati, fikiran dan tangan saya menjadi gatel ingin menulis, setelah saya membaca postingan Bapak Irfan Nuranda Djafar, dilaman FBnya.

Beliau mengunggah ft paslon Arinal-Nunik, lengkap dgn logo PAN dan tak lupa Pak Irfan pun menyelipkan kalimat yang menurut saya, itu adalah bentuk dukungan PAN secara kelembagaan terhadap pasangan ini. Ya…, Pak Irfan adalah petinggi DPW PAN Lampung, org dekat Zulkifli Hasan dan juga teramat dekat dgn Zainudin Hasan. Jika PAN ternyata benar berlabuh ke Arinal-Nunik, maka pas lah, sematan “mencla-mencle” tersandang di pundak para penguasa PAN, khususnya dalam konteks Pilgub Lampung.

Publik Lampung tentu msh teramat ingat, ketika Zulkifli Hasan sang ketum PAN dan juga Ketua MPR RI, pertengahan tahun 2017 lalu, trs mencecoki publik Lampung dgn statmennya di berbagai media, bahwa PAN akan menyajikan paslon pilgub Lampubg dgn pasangan RIDHO BERBAKHTI jilid 2.

Statemen Zulkifli Hasan yang juga telah memproklamirkan dirinya sebagai Capres 2019_2024 ini, tentu amat logis, mengingat Bakhtiar Basri adalah saat ini wagub Lampung dan kala itu adalah Ketua DPW PAN Lampung. Statemen kakak kandung Zainudin Hasan, bupati Lamsel ini terus menghiasi hampir slrh halaman media di Lampung.

Namun kondisi tsb tidak berlangsung lama, karena tiba2 PAN mencopot BB dari ketua DPW PAN Lampung dan dalam hitungan hari dari pencopotan BB dari ketua DPW, PAN langsung mengadakan muswilub dan mendapuk Zainudin Hasan, bupati Lamsel sebagai ketua DPW PAN yang baru, menggantikan BB.

Sebenarnya BB beserta gerbongnya sempat melakukan perlawanan, bahkan BB berniat untuk membawa permasalahan PAN Lampung ini ke jalur hukum, tapi saat pelantikan Zainudin Hasan sebagai Ketua DPW, BB bisa duduk manis dan BB di hadiahi jabatan Waketum DPP PAN oleh Zulkifli Hasan yang juga besan Amin Rais ini. Ya, Zulkifli Hasan memberikan statemen di media masa, bahwa BB akan diberi jabatan waketum di DPP PAN.

Dengan cairnya hubungan BB versus Keluarga Besar BANI HASAN di PAN ini, maka “muluslah” PAN memberikan rekomendasi kepada Arinal Junaidi sebagai calon gubernur. Memang dicopotnya BB dari ketua DPW PAN ini, isunya bahwa PAN akan memberikan dukungan ke Arinal dan membatalkan (tidak jadi) memasangkan pasangan Ridho Berbakhti jilid 2. Dukungan terhadap Arinal berlanjut dengan acara deklarasi.

Namun kala itu publik di Lampung masih gamang dgn sikap PAN tsb, krn rupanya Hanura Lampung dalam rekomendasinya mempaketkan pasangan Mustafa-Helmi Hasan. Siapakah Helmi Hasan? Dia adalah Ketua DPW PAN Bengkulu, Walikota Bengkulu dan Adik kandung Zulkifli Hasan dan Zainudin Hasan.

Helmi Hasanpun sempat muncul dipublik Lampung dan turut memberikan statemen di media Lampung sebagai sinyal, bahwa dia siap mendampingi Mustafa. Sempat terjadi pro kontra atas dukungan PAN ke Arinal. Uintuk menjawab kegamangan publik Lampung, PAN melakukan gerakan yang cukup masif untuk mendukung Arinal.

Berbagai kegiatan dilakukan oleh DPW PAN Lampung, trmsk melaksanakan jalan sehat di Kalianda dan Gedung Tataan, dimana saat itu Arinal hadir di dampingi oleh Zainudin Hasan ketua ketua DPW Lampung dan Zulkifli Hasan ketum DPP PAN yang juga Capres dari PAN. Sikap PAN ini, akhirnya memantik Mustafa yang telah diusung oleh Partai Nasdem, PKS dan Hanura untuk bersikap.

Lewat statemennya dimedia masa, Mustafa mengatakan bahwa keputusan untuk memasangkan dirinya dgn Helmi Hasan blm lah final dan akan dibicarakan lebih lanjut dgn partai koalisi. Statemen Mustafa ini, semakin menggencarkan PAN untuk mensosialisasikan dukungannya kepada Arinal.

Bahkan di media sempat muncul kabar, bahwa Arinal akan berpasangan dgn Zainudin Hasan, atau Arinal akan dipasangkan dgn Helmi Hasan, karena nama Helmi Hasan sudah mulai meredup di koalisi KECE, partai koalisi pendukung MUSTAFA. Namun tiba2 bak terkena petir disiang bolong, PAN meradang, penyebabnya adalah karena tiba2 ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar mendeklarasikan pasangan Arinal-Nunik.

Zainudin Hasan selaku ketua DPW PAN Lampung amat geram dan emosinya meledak-ledak atas sikap Arinal tsb. Lewat pemberitaan media, Zainudin Hasan yang “gemar” itikaf ini melontarkan kata2 yang kurang santun dgn mengatakan Arinal “kurang ajar”.

Letupan emosi bos PAN Lampung ini, berujung pada pembatalan dukungan PAN kepada Arinal, lewat rapat lengkap, DPW PAN Lampung, dukungan ke Arinal resmi dicabut dan rapat DPW PAN tsb juga mengambil keputusan bahwa PAN akan memajukan Zainudin Hasan sebagai cagub.

Rupanya niat PAN tsb tidak main2 dan bukab gertak sambal, ini bisa dibuktikan, PAN secara intensif melakukan pertemuan dgn Partai Gerindra, yang juga telah keluar dari koalisi Arinal. Gabungan PAN dan Gerindra ini sempat memunculkan wacana, bahwa mereka akan mengusung Zainudin Hasan-Gunadi Ibrahim (ZAINUDIN-BERGUNA) sebagai paslon cagub-cawagub Lampung.

Bahkan Agus Bhakti Nugroho (orang dekat Zainudin) sempat mengeluarkan statemen di media, bahwa koalisi PAN-Gerindra sudah clear. Namun 2 hari menjelang pendaftaran paslon ke KPU, Gunadi Ibrahim ketua DPD Gerindra Lampung, memberikan statemen di media, bahwa Prabowo Subianto (PS) telah memutuskan Gerindra mendukung MRF dan mslh wakil diberikan hak kepada MRF untuk menentukan. Sikap partai Gerindra ini, tentu membuat PAN sedikit kelabakan.

Melalui lobi tingkat tinggi, akhirnya PAN juga mendukung MRF dengan catatan PAN menyodorkan Helmi Hasan sebagai cawagub MRF. Teki-teki siapa calon wagub MRF terjawab, saat SBY mengumumkan paslon pilgub Lampung yaitu Muhammad Ridho Ficardo-Helmi Hasan.

Pengumuman SBY ini, langsung di ikuti oleh simpatisan MRF termasuk juga dari kalangan PAN, mrk mulai bergerak menyandingkan ft Ridho-Helmi lengkap dgn puja puji yang terkesan inilah calon pemimpin terbaik di Lampung.

Namun badai di PAN belumlah berakhir, hari pertama pendaftaran paslon di KPU, publik Lampung kembali di buat terkejut, krn “kabar”nya Ridho batal bersanding dgn Helmi dan Ridho akan kembali berpasangan dgn BB. PAN lagi2 meradang, isu yang berkembang, PAN kembali membatalkan dukungannya ke Ridho dan akan kembali ke Arinal.

Dan hari ini melalui postingan Bapak irfan Nuranda Djafar sikap PAN yang akan kembali ke Arinal sudah mendekati kebenaran. Ya…, publik Lampung diberikan tontonan yang tidak mendidik, murahan dan mencla-mencle. Loncat sana loncat sini, menclok sana menclok sini serta mengabaikan etika kesantunan dari partai yang bernama Partai Amanat Nasional (PAN).

Sikap yang jauh dari kata amanah, jauh dari sikap yang konsisten. PAN hanya memburu posisi bagi keluarga Bani Hasan. Membiarkan publik terus mencibir. Dan maaf beribu-ribu maaf, kini publikpun faham, ditanah kelahiran sang ketumnya saja, PAN bersikap seperti ini, padahal sang ketum adalah calon presiden.

Alangkah indahnya jika PAN tetap berada di barisan MRF, selain bisa menyelamatkan muka PAN di mata publik Lampung, bukankah BB adalah “waketum” tunjukan Zulkifli Hasan? Jika waketumnya saja tidak didukung, akankah kita yakin PAN akan mendukung kader terbaik lainnya pada kontestasi dilain waktu? Sulit menjawabnya, karena di pilgub Lampung ini, PAN sudah menunjukkan sikap mencla mencle. Tabikpuun sikanduwa cuma nuppang cawa. (*)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares