Opini

(Opini) Semoga Pemasang Foto Saya bukan Hantu

OPINI
Penulis: KHAIRULLAH AKA
Pemred www.Lnews.co

Sekitar pukul 10.30 Wib, Rabu (27/9/17), saya datang ke kantor Bupati Lampung Selatan. Sejumlah wartawan terlihat duduk-duduk di tangga teras usai meliput pemberian kendaraan roda empat dari PT. SMAL ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Tak lama, kami masuk ke ruang lobi yang ada di lantai dasar Kantor Bupati. Dalam ruangan pandangan saya kemudian tertuju ke salah satu Stand Banner yang berdiri dipojok kiri pintu keluar dalam ruangan tersebut.

Nampak foto dermaga kuliner terpampang berjajar dengan foto Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan. Dalam benak saya, “Kok foto itu seperti foto saya ya” setelah saya amati ternyata benar foto tersebut foto yang saya bidik awal tahun 2016 lalu.

Detailnya, sudut pandangnya, pencahayaannya identik dengan foto saya. Untuk menyakinkan diri, saya kemudian membuka website yang saya kelola, yakni www.beritaphoto.com, tempat dimana foto asli dermaga bom Kalianda, itu saya muat.

Setelah saya cocokkan, ternyata benar, foto tersebut milik saya. Dalam benak saya bergumam, “Kok bisa ya, foto ini mejeng di lobi kantor Bupati, sejauh ini tidak ada yang pernah menghubungi saya lewat pesan singkat, telepon, Whatsapp, BBM atau Messenger Facebook, Email atau via surat langsung untuk meminta izin mencetak dan memajang foto itu. Wah berarti ini foto hasil nyomot, tanpa izin saya”

“Bang, ini foto saya, kok bisa dipajang disini tanpa mencantumkan sumber dan nama fotografernya y? waduh,” ujar ku kepada wartawan www.hanggumpost.com, Ujang Irawan yang pada saat itu berada satu ruangan denganku. “Foto yang mana Rul? yang ini tah?” tanya Bang Ujang sambil menunjuk foto di stand banner. “Iya bang, foto yang itu,”jawabku.

Spontan, saya mengeluarkan telepon pintar dan memotret banner tersebut. Untuk memastikan siapa yang mencomot dan memajangnya diruang itu, Saya kemudian bertanya dengan Dinas yang menjadi corong Pemkab, yakni Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) kabupaten Lampung Selatan.

Stand Banner yang dipajang di ruang lobi Kantor Bupati Lampung Selatan, Foto saya bidik Rabu siang (27/9/17)

Stand Banner yang memajang foto saya di ruang lobi Kantor Bupati Lampung Selatan, Foto saya bidik Rabu siang (27/9/17)

Saya langsung bertanya dengan Kepada Dinasnya, yakni Bang Hendra Jaya lewat pesan Whatsapp. Saya kirim foto banner tersebut kepadanya dan menanyakan apakah Kominfo yang memajang foto itu.

 

“Nanti saya hubungi Kabid saya dlu, Kata Heri, bukan Kominfo Dinda” jawab Hendra Jaya. Merasa kurang puas, saya kemudian bertanya langsung dengan Kepada Bidang Informasi dan Publikasi Kominfo, Mas Heri, yang sangat kebetulan bertemu tanpa sengaja di areal parkir kantor Bupati.

“Mas ini yang masang banner Kominfo bukan?” tanyaku. “Banner apa Rul? Dimana?” jawab Mas Heri. “Ini loh Mas” Sambil ku perlihatkan foto banner yang memuat fotoku kepadanya. “Foto yang ini, kayaknya bukan Kominfo Rul, bukan kita yang masang” jawabnya.

Saya pun bertanya dengan Dinas yang berkaitan dengan publikasi Pariwisata, yakni Dinas Pariwisata Lampung Selatan. Saya pun bertanya langsung dengan pucuk pimpinannya, sang Kepala Dinas.

Lewat BBM, saya mengirim foto Banner tersebut dan menanyakan apakah Dinas Pariwisata yang memberi atau memasang banner itu. Namun jawaban yang saya terima, sama. “Bukan”
“Sudah saya tanya dengan Kabid Promosi, itu bukan dari Dinas Pariwisata,” jawab Bunda Fauziah Arief.

Karena hal ini berkaitan dengan Hak Cipta yang dilanggar, saya kemudian berkonsultasi dengan Kepala Bagian Hukum Pemkab, Bang Endarda yang kebetulan juga saat itu berada di areal kantor Bupati.

“Bagaimana menurut abang, saya bagusnya gimana bang?” tanyaku kepadanya. “Kalau menurut abang, kamu cari tau dulu siapa yang memakai dan memajang foto kamu di banner itu, kemudian diselesaikan dulu secara kekeluargaan, secara baik-baik dulu rul,” jawab Bang Endarda.

Foto Mentah milik saya yang saya bidik di komputer Rabu malam (27/9/17).

Sebenarnya saya malas membahasa ini, namun karena Hak Cipta saya diabaikan, terpaksa saya bicara. Dalam Undang-undang nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dibeberkan dalam BAB II, Bagian Kesatu, Pasal 4, “Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a merupakan hak eksklusif yang terdiri atas hak moral dan hak ekonomi.”

Bagian Kedua, Hak Moral, Pasal 5 (1) Hak moral sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 merupakan hak yang melekat secara abadi pada diri Pencipta untuk: a. tetap mencantumkan atau tidak mencantumkan namanya pada salinan sehubungan dengan pemakaian Ciptaannya untuk umum;

Pasal 8, “Hak ekonomi merupakan hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas Ciptaan.” Pasal 9, (2) Setiap Orang yang melaksanakan hak ekonomi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mendapatkan izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta. (3) Setiap Orang yang tanpa izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta dilarang melakukan Penggandaan dan/atau Penggunaan Secara Komersial Ciptaan.

Untuk membuktikan hal itu, pembaca bisa membuka link beritanya di http://www.beritaphoto.com/2016/01/nikmati-sunset-di-objek-wisata-kuliner.html, atau datang langsung ke rumah, akan saya perlihatkan file foto aslinya. Baik yang masih mentah atau yang sudah saya poles.

Sebenarnya saya sangat ingin membantu Pemkab mempromosikan objek wisata didaerah ini, tapi tentu caranya terstruktrur tertata dan tak asal ambil karya orang. Hingga detik ini saya belum tau pasti, siapa yang mencomot foto tersebut. Saya berharap bisa menemukannya dan bicara baik-baik. Semoga yang memasang foto itu bukan Hantu. (*)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares