Pendidikan

Penasaran dengan Perpustakaan Seru, Berikut Penjelasannya

gambar tangkap situs perpuseru.org. (aka)

Lnews.co, KALIANDA – Kabupaten Lampung Selatan, sebentar lagi akan membuka Perpustakaan Seru (Perpuseru) pertama untuk khalayak ramai. Ada perbedaan mencolok Perpustakaan biasa dengan Perpuseru. Perbedaan tersebut yakni tersedianya komputer dalam jumlah banyak yang terkoneksi dengan jaringan internet.

Namun sebagai pembaca mungkin ingin tahu lebih dalam, apa sebenarnya Perpuseru itu. Lnews.co merangkum dari laman perpuseru.org tentang apa dan bagaimana Perpuseru bekerja.

Program PerpuSeru adalah program pengembangan perpustakaan yang didukung oleh Coca-Cola Foundation Indoneesia dan Bill & Melinda Gates Foundation, sejak Novembaer 2011, yang bertujuan untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi, dengan tujuan dapat memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pada fase program yang pertama, PerpuSeru bermitra dengan 34 perpustakaan di 16 provinsi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 28 perpustakaan kabupaten/kota, 1 perpustakaan provinsi, 3 perpustakaan desa/kelurahan, dan juga 2 Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Pada fase program yang kedua program PerpuSeru memperluas area binaan ke 76 perpustakaan desa dan TBM di 19 perpustakaan kabupaten/kota yang telah menjadi mitra program PerpuSeru, dengan memberikan pendampingan kepada perpustakaan kabupaten/kota untuk melakukan pelatihan dan mentoring ke perpustakaan di tingkat desa terkait advokasi, bagaimana meningkatkan akses dan penggunaan layanan komputer dan internet oleh masyarakat, dan bagaimana memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Mulai 1 Oktober 2015, PerpuSeru telah memasuki fase perluasan yang akan memperluas area kerja ke 80 perpustakaan daerah kabupaten/kota yang baru di Indonesia. Saat ini program sedang melakukan proses seleksi ke perpustakaan-perpustakaan daerah yang mau berkomitmen untuk merubah perpustakaan daerah nya menjadi pusat belajar masyarakat yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang dapat membantu masyarakatnya mendapatkan hidup yang lebih baik.

Empat Strategi Pokok untuk mencapai Visi dan Misi PerpuSeru

Peningkatan kapasitas staf perpustakaan
Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penyediaan layananan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat, staf perpustakaan diberikan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan komputer dan internet terkait dengan peningkatan layanan teknologi informasi dan komunikasi, pelatihan advokasi dan membangun kemitraan, dan pelatihan pelibatan masyarakat.

Penyediaan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
Program PerpuSeru memberikan stimulan kepada mitra perpustakaan untuk peningkatan layanan teknologi informasi dan komunikasi, berupa 4 unit komputer untuk setiap perpustakaan, 3 unit komputer untuk setiap perpustakaan desa dan TBM, piranti lunak (software) pendukung dan jaringan internet.

Tujuan dari stimulan ini adalah mendorong perpustakaan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana layanan TIK, baik dari sisi penambahan jumlah unit komputer dan penambahan bandwidth internet di perpustakaan. Untuk penyediaan jaringan internet dan peningkatan bandwidth internet di perpustakaan dengan harga terjangkau, program PerpuSeru telah bermitra dengan PT. Telkom Indonesia Tbk yang merupakan badan usaha telekomunikasi di Indonesia.

Advokasi dan membangun kemitraan
Advokasi dan membangun kemitraan perlu dilakukan untuk mendapatkan dukungan kebijakan dan penganggaran untuk keberlanjutan pengembangan perpustakaan. PerpuSeru menyadari bahwa pengembangan perpustakaan tidak bisa berkelanjutan jika hanya dilakukan oleh perpustakaan dan PerpuSeru saja, untuk itu diperlukan dukungan dari pihak pemerintah dan sektor swasta. Advokasi dan kemitraan merupakan salah satu komponen dalam peningkatan kapasitas staf perpustakaan sehingga diharapkan perpustakaan mampu untuk melakukan advokasi dan membangun kemitraan dengan pihak-pihak yang dapat mendukung keberlanjutan pengembangan perpustakaan.

Monitoring dan evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mendokumentasikan capaian dan pembelajaran program, dan memastikan pelaksanaan program masih sesuai dengan tujuan program. (aka)

Comments

comments

3 Comments

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Popular

To Top
Shares