Hukum

PN Tanggamus Tolak Gugatan Praperadilan Tersangka Korupsi Kominfo Pringsewu

akp. hendra saputra bersama rekan dan kuasa hukum usai sidang di pn kota agung tanggamus, selasa (27/12/16). (indra)

Lnews.co, Lampung – Gugatan Praperadilan salah seorang tersangka korupsi di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pringsewu Lampung, AF (33), kepada Polres Tanggamus di tolak hakim Pengadilan Negeri Kota Agung, Selasa (27/12/16).

Mewakili Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, S.Ik, Kasat Reskrim AKP Hendra Saputra didampingi oleh kepala unit (Kanit) Tipikor Ipda Ramon Zamora mengatakan sidang praperadilan tersangka AF (33) Direktur CV. Adhya Pratama digelar secara marathon sejak tanggal 20 desember 2016 di Pengadilan Negeri Kota Agung.

Putusan sidang langsung dibacakan hakim tunggal Tribaginda A, menolak tiga pokok gugatan yang diajukan pengacara terangka AF (33), Samsudin dan Partner yaitu proses penyidikan dan penetapan tersangka tidak profesional terakhir mengenai keberatan untuk pencekalan.

“Selama lima hari pelaksanaan sidang praperadilan, hari ini Selasa (27/12/16) agenda pembacaan putusan perkara dugaan kasus tindak pidana korupsi bandwith di Diskominfo Pringsewu dengan tiga materi gugatan seluruhnya ditolak hakim.” kata AKP Hendra Saputra.

Sementara itu terkait pencekalan, selama ini Polres Tanggamus mengaku tidak melakukan pencekalan terhadap tersangka.

“bagaimana dicekal, tersangka kan sudah kami tahan di Rutan Polres Tanggamus.” Imbuh AKP Hendra.

Menurutnya, praperadilan merupakan hak tersangka seusai pasal 77 UU no 8 tahun 81 tentang KUHAP dalam hal ini Polres Tanggamus mendapat pendampingan penasehat hukum dari bidang hukum (Bidkum) Polda Lampung di pimpin AKBP I. Made Kartika.

Diperkirakan tanggal 3 januari 2017, penyidikan terhadap tersangka akan diteruskan dan dilimpahkan ke pengadilan.

“Tersangka dijerat dengan pasal 2, 3 dan 9 undang-undang 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.” Imbuh Kanit Tipokor Ipda Ramon Zamora. (Indra)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares