Darurat Narkoba

PPATK Ungkap ‘Dana Segar’ ke Kalapas Rp1 Miliar

Muchlis Adjie tertunduk lesu saat akan ditahan oleh BNNP Lampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

BANDAR LAMPUNG – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap adanya indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ke rekening mantan Kalapas Kalianda, Muchlis Adjie.

Nominalnya mencapai Rp1 miliar lebih. “Dana segar” itu ditransfer oleh napi yang terlibat kasus peredaran narkoba di lapas itu, Marzuli.

Hal ini dipaparkan Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga, saat menggelar ekspos di Kantor BNNP Lampung, Kamis (24/5/2018).

Tagam mengatakan Muchlis terlibat karena menerima aliran dana dari  Marzuli.  Mereka bisa berkomunikasi via handphone.

“Dia berhubungan langsung ke dalam lapas, dia juga mengetahui secara langsung bahwa Marzuli  bebas memasukan narkoba dan juga bebas memasukan wanita,” ujar Tagam.

Dari keterangan Muchlis saat menjadi Kalapas, dirinya dikenalkan oleh istri Kalapas sebelumnya kepada Marzuli sejak berada di dalam penjara.

“Sehingga setelah berkenalan, dari situ dia aktif komunikasi sama Marzuli itu,” ujar Tagam.

Dengan terungkap aliran dana tersebut, BNNP Lampung resmi menahan Kalapas. Kini, penahanannya diperpanjang sampai 20 hari kedepan.

Disela-sela penahanan itu, pihak keluarga kalapas sempat memohon penangguhan penahanan. Namun, tidak dikabulkan oleh Tagam.

Muchlis sendiri saat ditanya media tidak mau berbicara. Ia hanya diam tertunduk. (sumber: lampung.rilis.id)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares