Darurat Narkoba

Puluhan Kilo Ganja dan Sabu dibakar, Kapolda: “Terungkap karena Insting Anggota”

Polisi membawa beberapa paket ganja untuk dimusnahkan, Jumat siang (11/5/18). (foto: aka)

Lnews.co, BAKAUHENI – Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan (Lamsel), memusnahkan 55,8 Kilogram Ganja dan 17,6 Kilogram sabu-sabu, Jumat siang (11/5/18).

Pemusnahan barang haram yang diduga berasal dari Aceh dan dari negara tetangga itu dipimpin Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol), Suntana dan disulut secar serentak oleh Bupati Lamsel, Zainudin Hasan beserta para Pangeran dan Panglima Lima Marga Sai Batin.

Narkotika golongan satu tersebut disita dari lima orang kurir dan pengedar atas nama Muchtar yang membawa 3 Kilogram sabu, Abdul Rahman, 4 Kilogram sabu, Satria Wirawan, 10 Kilogram sabu dan Husman Husni membawa 686 gram sabu.

Kemudian Ismail Pulungan yang membawa 37 Kilogram ganja dan Ismail Marzuki membawa 20 Kilogram ganja.

“Anjing pengendus milik Polres Lamsel ada 6, yang masih digunakan tinggal satu, yang lain sudah tua jadi penciumannya sudah berkurang. Selama ini pengungkapan dilakukan secara manual, berdasarkan insting anggota,” beber Kapolda, Irjenpol Suntana.

Sebelum pemusnahan, Kapolda didampingi Bupati Lamsel meresmikan pos bersama Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauhani yang didirikan dipintu masuk Pelabuhan Penyeberangan tersibuk se Asia Tenggara itu.

“Penanggulangan peredaran Narkotika tidak bisa dilakukan oleh polisi sendiri, namun akan lebih optimal jika masyarakat juga terlibat, oleh karenanya Granat Lamsel saya perintahkan untuk sosialisasi bahaya Narkotika di tiap-tiap desa.” Tukas Zainudin.

Suasana pemusnahan Narkotika. (foto: aka)

Kapolda Lampung, Irjenpol Suntana (tengah) cek Narkotika sebelum dimusnahkan. (foto: aka)

Para tersangka pengedar Narkotika. (foto: aka)

Kapolda Lampung dan Bupati Lamsel periksa ruang dalam pos seaport interdiction Bakauheni. (foto: aka)

(aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares