Kriminalitas

Saling Sindir Lewat BBM, Siswi SMK Dianiaya Dua Perempuan

ilustrasi penganiayaan. (pojoksatu.id)

KOTAWARINGIN BARAT – Gara-gara saling sindir di pesan Blackberry Massanger (BBM) seorang siswi berinisial VR (17) dianiaya hingga lebam di halaman sekolah oleh dua orang perempuan putus sekolah FK (17) dan SR (19).

Kasus penganiayaan sendiri terjadi pada 2 Desember 2016. Namun setelah menganiaya kedua pelaku warga Jalan Pasanah Pangkalan Bun ini kabur dan menjadi DPO polisi.

“Baru pada 15 Mei 2017 FK dan SR kita tangkap. Saat itu kita mendapat informasi keduanya ada di rumah masing-masing. Saat itu kota jebak supaya FK datang ke Polres bersama SR untuk diperiksa sebagai saksi saja. Setelah itu langsung kita tetapkan tersangka dan kita tahan,” ujar Kasat Reskrim AKP Zaldy Kurniawan melalui Pjs Kanit PPA Polres Kobar Bripka Shinta, Jumat 26 Mei 2017.

Sinta menjelaskan, awalnya kasus penganiayaan ini terjadi karena saling sindir dan ejek di BBM. Sebelum kejadian penganiayaan, tersangka FK membuat status di BBM nya yang menyindir soal utang yang dimiliki orang tua korban VR.

Merasa tak terima VR kemudian memaki FK melalui pesan BBM. “Dari situlah perseteruan mereka dimulai. Pada 2 Desember 2016 tersangka FK mengajak temannya SR untuk menghajar VR usai pulang sekolah. Pas keluar halaman sekolah korban langsung dikeroyok kedua tersangka dan langsung kabur. Alhasil korban mukanya babak belur dan langsung melapor ke Polres Kobar bersama orangtuanya,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan di depan hukum, kedua tersangka dijerat menggunakan Pasal 170 Ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan atau UU RI tentang Perlindungan Anak. “Karena salah satu pelaku masih di bawah umur maka kita kenakan juga UU Perlindungan Anak,” pungkasnya. (sumber: okezone.com/fzy)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares