Lampung

Terkait 1 NIK untuk 3 Simcard, Pengusaha Selular Lampung akan Gelar Aksi

surat yang diduga ditulis oleh DPD KNCI Lampung untuk mengajak pedagang selular gelar aksi damai di dprd lampung, 8 nopember 2017 mendatang. (net/desrilbluetooth)

Lnews.co, KALIANDA – Surat Undangan Aksi Damai di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Lampung, yang ditujukan kepada para pedagang selular di Lampung beredar di media sosial, Sabtu (4/11/17).

Surat yang diduga dibuat oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kesatuan Niaga Celullar Indonesia (KNCI) mengajak para pedagang selular di seluruh Lampung untuk berunjuk rasa menuntut dihapuskannya penggunakan NIK dan Nomor Kartu Keluarga hanya untuk tiga kartu SIM di gedung dewan provinsi pada para Rabu pagi, 8 Nopember 2017.

Dalam surat tertanggal 3 Nopember 2017 itu, tertulis tujuan unjukrasa yakni untuk meminta DPRD Lampung mendesak Pemerintah pusat agar menghapuskan Nomor Induk KTP (NIK) untuk satu kartu perdana.

Surat ajakan aksi damai. (facebook: desril bluetooth)

Surat ajakan berunjukrasa kepada para pedagang selular tersebut dipajang didinding facebook salah seorang pengusaha selular Kalianda, Desril Bluetooth. Selain mengunggah surat, Destril juga menuliskan pesan “Di minta partisifasi nya..untuk teman-teman oulet untuk bisa bergabung…Aksi damai…”

Dalam kolom komentar, pengusaha muda ini juga menuliskan kegundahannya. Desril menulis analisa terhadap urgensi registrasi NIK pada Simcard selular.

“Analisa terhadap urgensi dan motiv Kebijakan simalakama registrasi NIK pada simcard seluler..

1. Jika kebijakan registrasi NIK pada simcard dilatar belakangi untuk pencegahan kriminalitas by seluler.. justru para pelaku kriminal tidak akan menggunakan NIK identitasnya.. bisa jadi mereka menggunakan NIK orang lain pada registrasi simcard nya.. dan ini justru akan menimbulkan fitnah dan masalah baru dalam teknis penegakan hukum..

2. Jika sistem registrasi menggunakan sistem “One NIK for One SIMCARD” yakni NIK hanya bisa di registrasi pada satu simcard saja.. bayangkan dampaknya terhadap para pengusaha kecil penjual Kartu Promo simcard dan provider.. sistem ekonomi mereka secara tidak langsung telah dimatikan..

Kemudian bagaimana jika ada wni yang belum mempunyai E KTP, Hak mereka untuk menggunakan fasilitas komunikasi seluler bisa terkebiri.. kita tahu sendiri proses pembuatan E KTP saat ini bagaimana sembrawutnya pasca Korupsi E KTP yang sampai saat ini masih blm terungkap..

Potensial Risk..

Kenapa pemerintah tidak Belajar dari negara tetangga kita Malaysia yg sebanyak 46 juta data pelanggan seluler bocor dan dikomersialisasi diperjual belikan dalam forum ilegal cyber untuk sejumlah bitcoin.. kemudian masih ingat ketika salah satu provider yakni situs resmi telkomsel kemarin terkena serangan cyber hack???

Endoh do ana…pudokh jilid 2..”

(aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares