Lampung Utara

Terkesan asal Jadi, Tugu Pengantin di Lampura disoal

wajah patung pengantin di lampura yang disoal warga. (van)

KOTABUMI – Keberadaan patung pengantin di Jalan Pahlawan Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), tepatnya di depan kantor pemerintahan setempat, disoal.

Sejumlah kalangan menilai, bentuk patung sepasang pengantin berpakaian adat Lampung itu sangat tidak menarik. Tak ayal, persoalan ini pun menimbulkan komentar miring dan viral di sosial media.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lampura, Wansori, mengatakan jika dirinya yang merupakan salah satu putra daerah Lampura, merasa malu melihat patung yang menjadi salah satu icon daerah, bentuknya terkesan asal jadi.

“Saya sebagai putra daerah merasa malu melihat bentuk patung itu. Dan bukan hanya saya saja, banyak masyarakat yang berkomentar miring di Facebook tentang patung itu,” kata Wansori, Kamis (1/6).

Menurutnya, dengan banyaknya komentar negatif itu membuktikan bahwa masyarakat tidak dapat menerima bentuk patung tersebut yang kemungkinan besar pembangunannya tidak direncanakan dengan baik.

Karena itu, lanjut politisi partai besutan SBY ini, dia beserta anggota DPRD lainya akan menyikapi persolan tersebut, dan bakal memanggil semua pihak yang terlibat dalam pembangunan patung yang diduga menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kalau itu menggunakan dana CSR, kita tahu sendiri bahwa ada aturan yang jelas tentang peruntukkan dana CSR. Kepada Pemkab, saya sarankan kalau ingin membuat program atau melaksanakan program, harus benar-benar dikaji dan diteliti, jangan terburu-buru, agar nantinya tidak menjadi kontroversi dari hasil yang didapat,” tukas Wansori.

Untuk diketahui, guna menambah ikon di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) yang bertajuk Bumi Ragom Tunas Lampung, Pemkab setempat kembali membangun tugu berupa sepasang pengantin yang mengenakan pakian adat Lampung.

Patung pengantin di lampura yang disoal warga. (van)

Letak tugu pengantin tersebut, dipusatkan di pertigaan jalan Pahlawan, tepatnya di depan kantor Pemerintahan setempat.

Kabid Ekonomi Bappeda Lampura, Anom Sauni, Kamis (2/3/2017) menjelaskan, jika tujuan dibangunnya tugu tersebut merupakan keinginan Bupati untuk mempercantik wajah kota dan mengenalkan adat budaya masyarakat Lampung khususnya Lampura, kepada masyarakat luar yang kebetulan singgah di Kotabumi.

“Dengan adanya tugu pengantin ini, sedikit banyak warga pendatang yang singgah ke sini dapat mengenal adat budaya warga Lampung,” tutur Anom.

Ketika ditanya sumber dan besaran dana untuk pendirian patung tersebut, Anom menjabarkan, jika anggarannya berasal Corporate Social Responbility‎ (CSR) PT Nakau, dengan besaran sekitar Rp 200 juta.

“PT. Nakau sudah melakukan berbagai kegiatan bermanfaat untuk warga sekitar, tapi karena dananya masih ada maka Pemkab menyarankan untuk digunakan membangun tugu yang tujuannya mempercantik wajah kota,” terangnya.

Mengenai desain dan Rincian Anggaran Biaya (RAB), lanjut Anom, dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Dimana sebelum menentukan desain, terlebih dahulu berkoordinasi dengan tokoh adat setempat. (van/str)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares