Lampung Selatan

Warga Kritisi Pakaian Muli Mekhanai, Zainudin Jawab Diplomatis

tangkapan gambar wall facebook zainudin hasan terkait pemilihan muli mekhanai lamsel 2017. (aka)

Lnews.co, KALIANDA – Pemilihan Muli Mekhanai Lampung Selatan 2017 pada even festival Rajabasa yang digelar Sabtu dini hari (20/5/17) masih menyisakan tanda tanya dari warga terkait pakaian yang dikenakan para peseta.

Sejumlah warga menanyakan perihal pakaian yang dikenakan oleh 20 pasang Muli Mekhanai yang berlenggak-lenggok diatas panggung grand final Pemilihan Muli Mekhanai Lampung Selatan 2017 di objek wisata dermaga Bom Kalianda, yang digelar sejak Jumat malam sekitar pukul 20.00 Wib hingga pukul 00.30 Wib itu.

Pertanyaan tersebut salah satunya disampaikan langsung oleh salah satu Warga Kalianda di dinding facebook milik Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan. Netizen bernama Zulkarnain itu menanyakan pakaian yang dikenakan Muli Mekhanai di kolom komentar salah satu postingan Bupati yang memuat foto pembukaan acara tahunan tersebut.

“Sebelumny sebagai orang yg lahir dikalianda sy berterima kasih atas segala bentuk pembangunan Dan kemajuan Di Lampung Selatan, Mungkin ini hal yg sepele, tapi sy harap bapak sudi menjawabnya, pakaian muli Dan mekhanai yg dikenakan ini dari adat Lampung saibatin Kalianda Dan sekitarnya apa Lampung mana pak? Trimakasih sebelumnya pak,” ujar Zulkarnain.

Pemilihan Muli Mekhanai Lampung Selatan 2017. (foto: aka)

Pertanyaan Netizen yang mengaku lahir di Kalianda ini langsung ditanggapi Zainudin Hasan dalam kolom balasan. Ia menjawab, pakaian yang dikenakan para Muli dan Mekhanai Lampung Selatan itu merupakan pakaian adat Lampung Saibatin.

“Pakaiannya pakaian adat lampung saibatin tpi sigernya itu siger kejuaraan muli mekhanai,” kata Zainudin singkat.

jawaban Bupati tersebut kemudian dikoreksi oleh Zulkarnain. Dia menunjukan salah satu topi ada Lampung Saibatin yang berbentuk bulat bertandung yang dalam bahasa Lampung disebut “Hanuang Bani”. “Maaf sedikit koreksi,kalau tidak salah,,, seperti ini kikat adat sai batin,” Beber Zulkarnaen sambil menunjukan foto Hanuang Bani.

foto Hanuang Bani. (foto: Zulkarnaen)

Selain mengkritisi pakaian, ada juga warga Kalianda yang mempertanyakan kebisaan para Muli Mekhanai dalam berbahasa Lampung. “Apakah Muli dan Mekhanai Lampung Selatan yang juara kemarin itu bisa berbahasa Lampung Kalianda (Pesisir-red),” kata Zulkifli kepada Lnews.co, Selasa sore (23/5/17).

Dia menambahkan, siapapun pemenang Muli Mekhanai, selain Cantik dan Tampan harus memiliki atitude yang baik juga, selain itu mereka juga mau belajar adat budaya Lampung, paling tidak bisa berbahasa Lampung.

“Jika tidak mengerti adat budaya dan berbahasa lokal (Lampung -red), mungkin sebagainya judul Muli Mekhanai diganti saja menjadi pemilihan Pemuda Pemudi Lampung Selatan, itu lebih pas,” Tukasnya. (aka)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares