Lampung Selatan

Wow, Iuran Perpisahan MI Negeri di Kalianda Lebih dari Setengah Juta Perorang

kuitansi pembayaran biaya perpisahan min model kalianda. (ujg)

Lnews.co, KALIANDA – Fantastis, ditengah kesulitan ekonomi serta menyambut Bulan Suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, sejumlah orang tua murid siswa kelas VI Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) Model Kalianda Bawah, Kecamatan Kalianda harus membayar Iuran untuk acara perpisahan anak-anaknya lebih dari Setengah Juta Rupiah.

Tiap wali murid Kelas VI harus mengeluarkan biaya sekitar 520 ribu rupiah untuk biaya perpisahan yang akan digelar Senin besok (22/5/17).

Seperti penuturan orang tua murid bernama Bunga (bukan nama aslinya), Ia mengaku sangat keberatan akan besarnya biaya acara perpisahan anaknya.

“Iya mas, kami kaget dan dibuat pusing dengan besarnya biaya perpisahan anak kami. Masak sampai 520 ribu dan diharuskan membayarnya semua. Padahal kami ini orang miskin, bapaknya saja kerja serabutan. Ini liat aja kwitansinya, liat angkanya itu mas,” ujar Bunga sambil menyodorkan kwitansi biaya perpisahan yang sudah dibayarnya.

Namun, Bunga dan sejumlah Wali Murid lainnya mengaku tak berdaya menolak besaran biaya perpisahan tersebut, karena hal itu sudah menjadi keputusan Rapat Komite beberapa bulan yang lalu.

“Yah mau gimana lagi mas, itu diambil dalam Rapat Komite waktu itu. Sebenarnya kami menolak dan keberatan besaran biaya tersebut, tapi mereka terburu-buru mengambil keputusan di rapat tersebut, tanpa mempedulikan suara kami-kami yang miskin ini. Terpaksa kami ikut keputusan itu, dengan berat hati dan setengah ikhlas,” katanya dengan raut wajah sedih.

Terpisah, Kepala Sekolah MIN Model Kalianda Bawah,Ahmad Musofa, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu petang (21/05/17), membenarkan adanya pungutan biaya perpisahan di sekolahnya sebesar 520 ribu rupiah.

“Benar ada biaya sebesar itu (520.000-red) yang Mas sebutkan tadi, tapi itu diambil melalui keputusan Rapat Komite Sekolah, sebulan lalu kalau tidak salah. Namun setahu saya, wali murid setuju semua kok. Tapi ingat, itu melalui Rapat Komite mas, Kepala Sekolah hanya mengetahui saja. Semuanya kegiatan Komite Sekolah” kata Musofa berkelit.

Ditambahkan oleh Ahmad Musofa, dirinya selaku Kepala Sekolah hanya memonitor saja dan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan acara perpisahan murid kelas VI sepenuhnya dilaksanakan oleh pihak Komite.

“Waktu Rapat Komite tersebut Alhamdulillah berjalan lancar setahu saya. Lancar saja kok, tapi saya sarankan kepada Komite, bila ada wali murid yang mengeluh keberatan, agar  keputusan tersebut dikaji ulang. Diambil jalan keluar yang sebaik-baiknya. Atau bila perlu dikembalikan lagi dana tersebut kepada wali murid,” beber Ahmad.

Menurut dia, dana tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti untuk biaya foto kegiatan, jalan-jalan ke Taman Wisata Lembah Hijau, biaya pembuatan banner, biaya sewa tarub serta sewa toga.

“Kegiatan ini sudah berjalan 2 tahun termasuk yang besok Senin (22/05/17) diselenggarakan. Tetapi hal ini akan saya evaluasi lagi, bila memang kegiatan ini sangat memberatkan wali murid, tahun depan saya putuskan tidak akan diadakan lagi yang seperti ini.” Tukasnya. (ujg)

Comments

comments

To Top
Shares