Lampung Selatan

Zainudin: “Kalau bisa Dipercepat kenapa mesti Diperlambat

Zainudin Hasan salami warga saat musrembang disejumlah kecamatan, selasa (6/2/18). (foto: aris/kmf)

KALIANDA – Bupati Lampung Selatan DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum, Selasa (06/02) membuka secara langsung Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbang) tahun 2018 di 4 (empat) Kecamatan sekaligus.

Keempat kecamatan itu yakni, Kecamatan Candipuro yang digelar di Lapangan Desa Rawa Selapan, Kecamatan Sidomulyo di Lapangan Desa Sidorejo, kemudian Kecamatan Katibung di SMPN 1 Kecamatan Katibung, dan Kecamatan Merbau Mataram yang dilaksanakan di Lapangan SDN 1 Desa Batu Agung.

Seluruh jajaran di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan hadir dalam Musrenbang itu, termasuk para anggota DPRD baik provinsi maupun  kabupaten dari daerah pemilihannya, serta para Kepala Desa (Kades) yang yang akan menyampaikan aspirasi desanya masing-masing.

Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan mengatakan, semenjak dirinya dilantik menjadi bupati di tahun pertama, ia tidak pernah merubah cara kerjanya tetapi ia ingin merubah cara kerja jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki stigma negatif di mata masyarakat.

Zainudin berharap, jajaran ASN-nya bisa meningkatkan kinerjanya di tengah lingkungan birokrasi yang selama ini terkenal denga pameo ‘kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah, kalau bisa diperlambat kenapa harus dipercepat’. Hal itu ucapnya, sangat bertolak belakang dengan jiwanya sebagai entrepreneur.

“Kalau bisa dipercepat kenapa musti dilambatkan, kalau bisa di segerakan kenapa diundur-undur, maka kerja empat hari saya lipat menjadi satu hari, Musrenbang satu hari empat titik empat kecamatan kita laksanakan. Hemat biaya, hemat tenaga, hemat waktu,” ujar Zainudin saat memberikan sambutan di Musrenbangcam Sidomulyo, Selasa (06/02).

Zainudin menambahkan, ia memiliki prinsip dalam bekerja yang diyakininya akan membawa pada kesuksesan, seperti tidak menunda-nunda pekerjaan. Sebab, menurutnya, bekerja dan ibadah memiliki nilai yang sama.

“Buat apa dilama-lamakan, ia kalau besok masih hidup, jadi kalau bekerja itu jangan berfikir seolah-olah kita akan hidup seribu tahun, bekerja itu adalah bagian dari ibadah. Kita majukan empat hari kedepan menjadi satu hari, hari esok adalah bonus, hari ketiga ekstra, dan hari keempat  luar biasa, maka jika pola konsep hidup seperti ini insha Allah akan mampu meraih peluang menjadi orang yang sukses.” Imbuhnya. (ril/diskominfols)

Comments

comments

Berita Popular

To Top
Shares