Lampung Selatan

2.473 Sertifikat Tanah diserahkan ke Warga Ketapang, Ini Rinciannya

Nanang serahkan sertifikat ke warga kecamatan Ketapang, kamis (28/2/19). (kmf)

KETAPANG – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Nanang Ermanto kembali membagikan sertifikat tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada masyarakat.

Hari ini, Kamis (28/2/19), sebanyak 2.473 sertifikat tanah dibagikan kepada masyarakat dari 7 desa di Kecamatan Ketapang.

Advertisements

Secara simbolis, sertifikat itu diberikan Nanang kepada 5 orang warga disela acara Musrenbang Kecamatan Ketapang yang digelar di lpangan Balai Desa Taman Sari.

Pada kesempatan itu, Nanang berpesan kepada masyarakat, agar dapat menjaga sertifikat yang telah diberikan.

“Tadi saya dengar bisik-bisik, sertifikatnya mau segera disekolahkan (diagunkan ke bank-red). Ya boleh saja, tapi gunakan untuk hal yang bermanfaat, buat modal usaha, bukan untuk beli mobil, jangan sampai keliru dalam pemanfaatannya,” tukas Nanang.

Ia menjelaskan, pembagian sertifikat tanah secara gratis tersebut merupakan program dari pemerintah pusat yang bertujuan agar masyarakat memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah.

Dikesempatan yang sama, Kepala BPN Lampung Selatan, Sismanto mengungkapkan, jumlah keseluruhan sertifikat tanah untuk Kecamatan Ketapang sebanyak 6.517 bidang tanah.

Dari jumlah itu kata Sismanto, sebanyak 4.404 sertifikat telah dibagikan kepada masyarakat.

“Hari ini, ada 2.473 sertifikat yang kita bagikan. Sebelumnya juga kami sudah serahkan langsung kepada masyarakat,” ujar Sismanto.

Lebih lanjut Sismanto merinci, dari 7 desa yang diserahkan masing-masing yakni, Desa Taman Sari sebanyak 325 bidang, Desa Sidoasih 270 bidang, Desa Karang Sari 410 bidang, dan Desa Sri Pendowo 340 bidang.

Kemudian, Desa Brundung sebanyak 250 bidang, Desa Legundi sebanyak 290 bidang, dan Desa Ketapang sebanyak 588 bidang.

“Sampai hari, BPN Lampung Selatan telah menerbitkan sertifikat sebanyak 324.604 dari total 473.871 bidang yang ada atau sekitar 69%. Hanya menyisakan 149.267 bidang, atau 31% yang belum terdaftar atau bersertifikat,” pungkasnya. (kmf)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

To Top
Shares