Hukum

2 Anggota DPRD Lamsel jadi Saksi sidang ABN, Ini jawaban Mereka

Andi Apriyanto (Batik merah) dan Sunyata jadi saksi dalam sidang dengan terdakwa agus bhakti nugroho di pn tanjung karang, kamis siang (28/2/19). (foto: khairullah aka)

Lnews.co, TANJUNG KARANG – Dua saksi dari unsur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan (Lamsel) dihadirikan sebagai saksi dengan terdakwa Agus Bhakti Nugroho (ABN) dalam sidang lanjutan fee proyek infrastruktur Lamsel di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis siang (28/2/19).

Dua saksi dari DPRD Lamsel yang dipanggil untuk menjadi saksi dalam sidang tersebut adalah Ketua Fraksi PDIP, Sunyata dan Ketua Fraksi PKS, Andi Apriayanto.

Advertisements

Majelis hakim yang diketuai, Mansyur Bustami mempersilahkan terdakwa ABN untuk bertanya langsung ke dua saksi tersebut.

ABN yang duduk disebelah kanan kursi pesakitan bersama para pengacaranya mengajukan sejumlah pertanyaan singkat kepada Sunyata dan Andi Apriyanto.

“Pernahkan kita, baik saya atau saksi berkomunikasi dengan telepon?” tanya ABN

Secara bergiliran Sunyata dan Andi menjawab, “Tidak pernah,”

“Pernahkan kita, saya, mas Andi dan mas Sunyata dan Ketua DPRD ketemu di rumah Ketua DPRD (Lamsel-red)?” tanya Agus lagi.

“Tidak pernah secara khusus, pernah diacara formal,” jawab Andi. Sedangkan Sunyata menjawab, “Tidak pernah,”

Pertanyaan selanjutnya dilontarkan oleh Pengacara ABN kepada kedua Saksi, “Apakah pernah menanyakan proyek DPRD?”

Sunyata dan Andi menjawab kompak, “Tidak pernah,”

Pengacara ABN kemudian bertanya lagi, “Pernahkah DPRD menerima floting proyek?” Kedua saksi kembali menjawab Tidak pernah.

Setelah pengacara, Majelia Hakim kemudian mempersilahkan JPU bertanya kepada para Saksi.

“Apakah pembahasan anggaran di DPRD pernah Deadlock?” tanya JPU. Andi dan Sunyata menjawab, “Tidak ada,”

JPU kemudian bertanya lagi, “Apakah Dewan dapat floting proyek?” Kedua saksipun menjawab, “Tidak ada,”

Hakim anggota juga ikut bertanya kepada Andi dan Sunyata terkait pernyataan terdakwa ABN yang mengatakan ada uang berkardus-kardus ke rumah dinas Ketua DPRD Lamsel.

“Apakah saudara saksi mengetahui ada membawa kardus, yang dibawa oleh ABN dan disaksikan supirnya Ketua DPRD uang yang nilainya 2 Milyar?” tanya Hakim Anggota.

Andi dan Sunyata menjawab bergiliran, “Tidak pernah,”

Hakim kemudian bertanya lagi, “Pernah dengar bahwa DPRD dapat jatah proyek?”

Andi dan Sunyata pun kembali menjawab, “Tidak pernah.”

Sidang dengan terdakwa ABN masih terus berlangsung. Hakim masih mencecar para saksi dengan sejumlah pertanyaan. (aka)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

To Top
Shares