Lampung Selatan

Bappenas Lakukan Verifikasi Penanganan Lokus Stunting Di Sragi

KALIANDA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan Verifikasi Pelaksanaan Praktik Baik pada lokasi prioritas penanganan stunting di Kabupaten Lampung Selatan.

Sebelumnya, kegiatan diselenggarakan di Balai Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan pada pagi hari. Kemudian, pada siang harinya kegiatan dilanjutkan di Balai Desa Sumber Sari Kecamatan Sragi, Jum’at (26/11/2021).

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Sumber Sari Kecamatan Sragi Iwan Kuswara memaparkan, mengenai berbagai program kerja yang telah dilakukan oleh pihaknya, dalam mengentaskan permasalahan stunting yang ada di wilayahnya.

Dirinya mengatakan, dalam proses penurunan angka prevelensi stunting di Desa Sumber Sari, merupakan hasil konvergensi dari seluruh pihak terkait, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.

“Perlu adanya konvergensi dengan seluruh pihak, dari kabupaten, kecamatan dan desa dalam rangka penurunan angka stunting di desa sumber sari. Secara umum adalah untuk menurunkan angka prevelensi stunting,” katanya.

Iwan menjelaskan, guna mempercepat penuntasan stunting, Desa Sumber Sari telah membentuk gerakan inovasi bersama, yang diberi nama Gerakan Masyarakat Bersama Usir Stunting (GEMBUS).

Dengan adanya GEMBUS, lanjutnya, berbagai program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lebih mudah. Hal ini disebabkan adanya kerjasama yang saling berkesinambungan antara aparatur desa dan masyarakat sekitar.

“Pembentukan inovasi Gerakan Masyarakat Bersama Usir Stunting. Jadi di desa kami juga selain ada swasembada yaitu GEMBUS pak istilahnya, itu salah satu inovasi yang ada di desa kami,” jelasnya.

Iwan menyebut, program kerja yang telah dilakukan dalam mendukung percepatan penuntasan stunting, yaitu dengan menambah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Sumber Sari.

“Sebelumnya selama ini ada 2, di tahun 2020 kami tambah 1 lagi dan sarananya, sehingga menjadi 3 Posyandu. Kemudian memberikan pelayanan kepada ibu hamil melalui pemberian PMT. Lalu kami juga memberikan konseling mengenai gizi balita bidan desa di posyandu-posyandu,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Iwan, terdapat pula program layanan gizi dan konseling untuk masyarakat dan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) yang diterapkan melalui para bidan desa kepada para ibu hamil.

“Ini melalui buku KIA biasanya, bagaimana agar ibu-ibu selamat saat proses persalinan kelak. Selain itu, kami juga membentuk Posyandu Remaja. Tujuannya adalah memberikan konseling kepada pada remaja dan pemberian tablet penambah darah,” ungkapnya.

Kemudian, Iwan juga menjelaskan, guna memastikan pelaksanaan pencegahan dan penanganan stunting berjalan dengan baik, hasil dari rembuk stunting juga dibahas dalam musyawarah pembangunan di desa.

“Hasil rembug stunting kami masukkan kedalam musyawarah pembangunan di desa. Hasil rembug stunting dan hasil musyawarah antar dusun, terakhir yaitu monitoring dan evaluasi,” katanya. (ptm).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

To Top