Anggaran Covid19 Lamsel 56 miliar, Terpakai baru 3,3 miliar

oleh -17 views

Lnews.co, KALIANDA – Pemkab Lampung Selatan (Lamsel) menganggarkan 56 miliar rupiah untuk Gugus Tugas Penanganan Covid19.

Anggaran tersebut diperoleh dari Pengeluaran Tak Terduga senilai 3 miliar lebih, kemudian sisanya ditambah dari penggeseran sejumlah pos mulai dari perjalanan dinas, rapat, sosialisasi dan kegiatan seremonial lainnya.

Jika kurang, Pemkab bahkan siap menggeser anggaran untuk pembangunan fisik. Demikian yang dikatakan Juru Bicara Plt. Bupati Lamsel, Akar Wibowo kepada Lnews.co beberapa waktu lalu.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah berapa anggaran Covid19 yang sudah dibelanjakan? dan apa saja yang sudah dibeli dengan dana tersebut?.

Untuk menghilangkan rasa penasaran tersebut, Lnews.co bertanya kepada Akar, namun jawaban Juru Bicara sekaligus Staf Ahli Bidang Keuangan Pemkab Lamsel itu begitu singkat. “Belum dicek,” ujarnya via pesan whatsapp.

Lnews.co kemudian mengajukan pertanyaan lagi, “Sudah 20 miliar (yang terpakai-red) ya Pakde?” Pertanyaan tersebut tak kunjung dijawab oleh Akar.

Lnews.co selanjutnya menghubungi Akar via telepon, beruntung, Ia merespon. Pertanyaan yang sama diajukan.

Akar menjawab jumlah anggaran Covid19 yang sudah dibelanjakan barubsekitar 3,3 miliar rupiah, hampir semua untuk membeli Alat Pelindung Diri (APD).

“Rinciannya, Dinas Kesehatan 1,5 miliar rupiah dan RSUD Bob Bazar 1,8 miliar hampir semuanya dibelanjakan untuk APD.” Tukasnya.

Sebelumnya diberitakan Alokasi Anggaran penanganan Covid-19 kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) bertambah signifikan, dari 17,6 miliar menjadi 56 miliar rupiah.

Bertambahnya anggaran tersebut karena kluster penanganan dampak virus berbahaya tersebut meluas. Jika sebelumnya hanya dari sisi kesehatan, kini melebar ke dampak Ekonomi dan dampak sosial.

“Iya, anggaran penanganan Covid19 jadi 56 miliar rupiah. Angka tersebut kita ungkap dihadapan Gubernur Lampung saat Rapat Koordinasi via Vicon Jumat lalu,” ujar Juru Bicara Plt. Bupati Lamsel, Akar Wibowo kepada Lnews.co, via telepon, Senin malam (6/4/20).

Sementara anggaran tersebut akan diprioritaskan untuk kluster kesehatan seperti pembelian APD untuk tenaga medis dan alat penunjang penanganan Covid19.

Selanjutnya, menurut Akar, dana tersebut akan disalurkan untuk kluster ekonomi diantaranya untuk pelaku usaha kecil dan menengah seperti, pengelola hotel dan restoran serta tempat rekreasi dengan cara mengurangi atau memangkas pajak dan restribusi.

Kemudian kluster sosial, yang meliputi pemberian bantuan dalam bentuk uang tunai atau sembako bagi para pekerja yang kehilangan mata pencaharian karena dampak Covid19.

“Anggaran tersebut tidak saklek, melainkan bisa bertambah sesuai kebutuhan nanti,” dan penggunaannya juga dalam pengawasan BPK dan Inspektorat,” imbuh Akar.

Anggaran apa saja yang direlokasi untuk menambah dana penanganan Covid19, menurut Akar paling banyak menggeser adalah anggaran Perjalanan Dinas, Sosialisasi, Rapat maupun acara seremonial lain.

“Jika tak urgent, kita juga bisa menggesar anggaran pembangunan fisik ke anggaran penanganan Covid19, kita liat perkembangannya nanti.” Tukas Akar. (aka)

Komentar