Catatan Aka

Catatan Aka: Jika ini Terjadi, Nanang bakal Kalah

foto: fb/ist

Catatan Aka:

Judul: Jika ini Terjadi, Nanang bakal Kalah
Oleh: KHAIRULLAH AKA

Tiga hari pemulihan paska diare, banyak hal besar terjadi. Dua buah foto yang berseliweran di facebook menarik perhatian untuk dikomentari.

Foto apa itu? Foto bakal calon bupati Lampung Selatan, Hipni dengan Melin dan suaminya, Eki Setyanto.

Foto ini menyebarluas, bahkan selain foto, sejumlah Banner yang memasangkan kedua orang ini dengan judul Hipni – Melin (HM) Sempurna pun banyak dipajang oleh netizen dan relawan Hipni.

Menurut orang dalam, upaya memasangkan Hipni dengan istri mantan wakil bupati Lampung Selatan 2010-2015 itu sudah sangat serius.

“Bang, Hipni – Melin udh fix tah bang? Tanyaku. Sumber Lnews.co itu menjawab, Isya Allah, ini masih di Jakarta,”

Kenapa Melin, mengapa Hipni memilih Melin untuk menjadi wakilnya. Menurut saya, karena Melin istri Eky Setyanto, yang dalam tiap Pilkada selalu meraup banyak suara di Natar dan sekitarnya.

Itu pikiran logisnya. Namun yang paling menarik dan hebat menurut Saya adalah, keberhasilan tim Hipni menarik Eky dari kubu Nanang.

Eky setau saya adalah ketua tim pemenangan Nanang – Pandu, dan bagaimana Tim Hipni bisa masuk dan menariknya keluar dari kubu Nanang? hanya mereka dan Allah yang tau.

Tapi jika Melin benar-benar jadi wakilnya Hipni, maka ‘sekali mendayung dua pulau terlampaui’, bertambahnya kekuatan kubu Hipni dan berkurangnya kekuatan kubu Nanang.

Foto kedua adalah, Hipni berbincang hangat dengan salah satu raja proyek di Lampung, Muang, Ayahanda Pandu Kesuma Dewangsa yang tak lain anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari PPP, yang berpasangan dengan Nanang Ermanto.

Ada apa Hipni bertemu dengan Muang, kemungkinan paling kentara adalah membujuknya agar ikut dalam barisan Hipni dalam Pilkada 9 Desember 2020.

Dan menurut Saya jika bujukan Hipni lebih masuk akal dan lebih mungkin terealisasi, sangat mungkin Muang akan berbalik arah, mendukung Hipni dan meninggalkan Nanang.

Memang beresiko, tapi apalah daya sebuah komitmen politik jika tidak berjalan sesuai kesepakatan. Maka kesepakatan lain dengan kubu lain harus dibuat.

Melin dan Eky serta Muang bisa saja menolak untuk tidak bertemu Hipni, setidaknya untuk menjaga perasaan pasangan dan menepis rasa curiga. Tapi mengapa yang terjadi justru sebaliknya.

Ada apa di kubu Nanang? Sudah sedemikian kusutkah didalam? Yang jelas menurut Saya, tidak akan ada asap jika tidak ada api. Di dalam kubu Nanang, api dalam sekam menjalar detik demi dekit, kemudian akan membesar membakar bumbung.

Kubu Nanang harus segera bertindak, kalau masih mau menang. Pertama padamkan api dalam bumbung, kemudian solidkan barisan, cegah agar Eky Setyanto dan Muang tidak lari ke kubu Hipni.

Kehilangan Eky dan Muang merupakan kerugian besar bagi Nanang. Dukungan real dari masyarakat bawah di Natar dan sekitarnya serta dukungan Parpol Nasdem dan Hanura akan terbang dan hinggap di kubu lawan.

Ketika itu benar terjadi, Nanang akan menyesal dan kubunya hanya akan mengandal satu kekuatan yakni PDIP ditambah Perindo. Apakah itu cukup, tentu saja belum, terutama dari sisi ketersediaan amunisi.

Dan jika kemudian yang terjadi Nanang berpasangan dengan Aribun, kemudian Hipni berpasangan dengan Melin dan TEC berpasangan dengan Antoni Imam, maka besar kemungkinan yang bakal duduk jadi bupati dan wakil bupati Lamsel adalah Hipni – Melin.

Karena dibelakang kubu Hipni ada Zulhas dan Kubu Syahroedin. Siapa yang bisa melawan jika kedua tokoh ini bergabung? Hanya Allah yang tau Tabik… (khairullah aka)

Hoax atau Real Cek Disini

Berita Popular

To Top
error: Content is protected !!