Catatan Aka

Catatan Aka: Menghitung Peluang Nanang dan Lawannya

Net/ist

CATATAN AKA
Judul: Menghitung Peluang Nanang dan Lawannya
Penulis: KHAIRULLAH AKA

Berdasar data KPU, Di kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) hanya 10 Partai Politik yang meraih kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Pemilu Legislatif 2019 lalu.

Berurutan, pertama, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih 9 Kursi, Partai Amanat Nasional 7 Kursi, Partai Golongan Karya (Golkar) 7 Kursi.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 7 Kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 6 Kursi, Partai Demokrat 5 Kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 4 Kursi, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) 3 Kursi.

Selanjutnya Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 1 Kursi dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 1 Kursi, dengan total 50 kursi Dewan.

Selanjutnya, hitungan raihan suara Parpol dan persentasenya, PDIP mendapat 107.818 suara atau 19,8 persen, PAN 66.139 suara atau 12,16 persen, Golkar 62.082 suara atau 11,46 persen.

Gerindra memperoleh 59.863 suara atau 11,01 persen, PKS 49.574 suara atau 8,37 persen, Demokrat 37.994 suara atau 7,08 persen.

PKB mendulang 44.823 suara atau 8,37 persen, Nasdem 38.086 suara atau 7.04 persen, Hanura 19.950 suara atau 3,71 persen dan Perindo 27.726 suara atau 5,12 persen.

Jika angka tersebut kita konversi menjadi dukungan ke calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan bertarung di Pilkada 2020, maka diatas kertas kita bisa memperkirakan siapa bakal menang.

Pertama kita hitung koalisi pasangan Nanang Ermanto dan Pandu Kesuma Dewangsa yang sejauh ini sudah mendapat Rekomendasi dari Nasdem dengan Hanura dan kini masih menunggu Rekom dari PDIP.

Maka hitungan kasar diatas kertas, Pasangan petahana ini didukung 13 kekuatan Dewan di Legislatif dengan jumlah suara gabungan tiga Parpol tersebut sebanyak 165.854 suara atau 30,55 persen.

Untuk bakal calon lain yang santer akan mencalonkan diri sebagai Bupati di Lamsel, Tony Eka Chandra (TEC) kita hitung juga.

Kita asumsikan, TEC diusung dan didukung Parpol yang sama saat Pilgub Lampung yang lalu, maka gabungan Golkar, PAN dan PKB mendapat kawalan 18 Dewan dengan total suara 173.044 atau 31,99 persen.

Kemudian Parpol lain yang bisa saja mendukung bakal calon asal Palas, Hipni atau bakal calon ‘Kuda Hitam’ Hendry Rosyadi, yakni Demokrat, PKS dan Gerindra, maka kekuatan yang akan mengawal di legislatif sebanyak 18 kursi, dengan total raihan 147.431 suara atau 27,19 persen.

Andai, setelah 9 Parpol dengan perolehan suara signifikat tersebut menentukan jagoannya, maka tersisa hanya satu Parpol, yakni Perindo yang hanya mendapat 1 kursi dewan dengan jumlah 27.726 suara atau 5,12 persen.

Sisanya, Parpol yang mendapat suara namun tidak meraih kursi dewan yakni, PPP 10.146 suara atau 1,87 persen, Partai Berkarya 8.164 suara atau 1,52 persen, Partai Garuda 4.717 suara atau 0,88 persen dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 3.125 suara atau 0,61 persen.

Komposisi diatas menurut saya masih sangat dinamis dan cair, bisa saja, Hipni tidak mendapat perahu justru Hendry yang diusung atau bisa saja sebaliknya, atau bisa dua-duanya batal mencalonkan diri.

Tapi yang jelas dan sudah amat benderang adalah bakal calon bupati Incumbent, Nanang Ermanto dan TEC yang kemungkinan besar bakal melaju di Pilkada.

Soal bakal calon lain yang tidak saya sebut namanya ditulisan ini, masih mungkin, namanya politik, penuh intrik dan kepentingan yang bisa dikondisikan. Apa pun masih bisa terjadi, komposisi bisa berubah drastis atau justru susunannya itu itu saja.

Tentu yang sering kita dengar, bakal calon diusung karena dua hal pertama, Ketenaran atau Popularitas dan yang kedua Keterpilihan atau Elektabilitas.

Saya belum mau membeberkan dua hal itu untuk masing-masing bakal calon, namun secara sederhana, tentu Nanang lebih terkenal di Lamsel dibanding TEC, atau Hendry lebih tinggi tingkat Keterpilihannya dibanding Hipni.

Sekali lagi itu hanya pendapat saya, Rabaan atau terkaan atau Intuisi saya, dan Parpol mengusung calon di Pilkada memiliki trik dan hitungan-hitungan sendiri, akan tetapi, patron yang tidak pernah dilupakan apakah, sang calon bisa ‘dijual’ ditengah masyarakat.

Kita tunggu Koki-koki politik di Lampung Selatan meracik bahan dan bumbu-bumbu yang telah tersedia, apakah nanti masakan yang sudah jadi itu jadi rebutan karena aroma dan tampilannya menggoda selera atau justru sebaliknya, biasa-biasa saja dan cenderung membosankan. Kita tunggu. Tabik. (KHAIRULLAH AKA)

Hoax atau Real Cek Disini

Berita Popular

To Top
error: Content is protected !!