Catatan Aka

Catatan Aka: Nanang – Pandu Renggang? Aribun Datang

Aribun (kiri) Nanang (kanan) berbincang di rumdin bupati, Rabu (24/6/20). foto: dokpri

Catatan Aka:

Judul: Nanang – Pandu Renggang? Aribun Datang

Oleh: KHAIRULLAH AKA

Kemarin (25/6/20) sejumlah media online lokal menerbitkan berita soal kehadiran Ketua DPC Partai Perindo yang juga seorang pengusaha asal kecamatan Palas, Aribun Sayunis bertemu dengan bupati Lampung Selatan (Lamsel) yang juga salah seorang Bakal Calon Bupati, Nanang Ermanto di rumah dinasnya.

kaliandanews.com menulis judul “Nanang Ermanto Apresiasi Program UMKM Aribun UMKM” kemudian pojokrakyat.com menurunkan judul “Bincang Santai dengan Nanang, Aribun Sayunis Perkenalkan Sejumlah Program”.

hanggumpost.com memuat judul “Datang ke Rumah Dinas Bupati, Aribun tambah Mesra dengan Nanang”. hanuang.com mengangkat judul “Perindo Kenalkan Program UMKM, Nanang: Saya sangat Apresiasi langkah Bung Aribun”.

Isi beritanya pun sama, karena mungkin ini berita rilis yang diketik satu orang kemudian dibagikan ke beberapa media.

Saya tidak ingin membahas isi dalam berita tersebut, karena sudut pandang yang diambil terkait Aribun memperkenalkan produk UMKM yang selama ini sudah diproduksi oleh kelompok-kelompok usaha dibawah asuhan partainya, tidaklah begitu mempesona.

Justru yang Saya tangkap adalah dibalik pertemuan itu sendiri. Saya menangkap gelagat lain, kalau cuma ingin memperkenalkan produk, Aribun tidak perlu repot-repot datang ke rumah dinas Bupati.

Cukup dengan bicara lewat pesan whatsapp atau lewat telepon, Nanang bisa tau dengan jelas apa saja produk UMKM dibawah asuhannya.

Atau sebaliknya, jika Nanang hanya ingin tau produk UMKM yang diproduksi atau dibagi-bagikan oleh Aribun, cukup saja Ia membaca berita yang hampir setiap hari mengangkat kegiatan Aribun.

Tapi menurut Saya ada maksud terselubung atau bisa sebaliknya, memang sengaja diumbar terang-terangan pertemuan bertemu fisik keduanya yang terlihat duduk dan berbincang akrab kemudian diekpose di media massa.

Apalagi tujuannya, menurut Saya selain ingin menunjukkan lenggak-lenggok tarian atau mungkin bentuk lain dari sandiwara politik jelang Pilkada 2020 yang beberapa bulan lagi akan digelar.

Kita sudah tau, bahwa sejak beberapa bulan lalu, Nanang Ermanto mengumumkan jika dalam pertarungan perebutan kursi Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan 2020 Ia menggandeng anggota DPRD Bandar Lampung, Pandu Kesuma Dewangsa.q

Dimana hampir semua media lokal memuat berita tersebut. Baik ketika mereka ke kantor DPP PDIP, kantor DPP Nasdem maupun diacara partai Nasdem sertai di partai Hanura, karena memang partai-partai tersebut yang digadang bakal mengusung mereka di Pilkada.

Mereka terlihat kompak dan mesra sebagaimana layaknya penganten baru. Tapi beberapa pekan ini sepertinya berbeda. Informasi yang Saya dengar dari dalam, Nanang dan Pandu terkesan, sekali lagi terkesan merenggang, tidak sedekat seperti diawal-awal.

Ada dua penilaian, yang pertama hal itu memang sengaja dibuat kemudian dihembuskan keluar sebagai bagian skenario pengecoh lawan atau memang keretakan itu benar-benar terjadi. Seperti menurut anekdot, “Politik bisa berubah dalam hitungan detik”.

Kehadiran Aribun dirumah dinas Bupati dan berbincang akrab dengan Nanang kemudian diekpose media massa, menurut Saya itu hal yang sangat disengaja. Sengaja ingin menunjukkan sesuatu.

Apakah kehadiran Aribun itu inisiatif dirinya sendiri ataukah Ia sengaja diundang oleh Bupati, itu tidak menjadi soal. Yang menarik menurut Saya adalah, Nanang bertemu dengan Aribun secara terang-terangan, saat isu ‘kerenggangannya’ dengan Pandu santer terdengar.

Apa tujuan Nanang? Saya menilai, ada dua hal yang bisa dijadikan pegangan, pertama, lakon ini untuk memancing kecemburuan. Maksudnya, agar anggapan ‘Hanya Pandu Seorang dan tak Terganti’ itu sirna dari pikiran tandemnya tersebut.

Kemudian, yang kedua, Nanang ingin menunjukkan ‘Tajinya’, bahwa Ia yang mendominasi. Ibarat Ia mengatakan “Saya ini dari Partai Besar PDIP, punya 9 Kursi Dewan, cukup 1 kursi lagi saya bisa melenggang.”

Mengapa Aribun, tentu karena yang pertama Aribun ketua Perindo di Lamsel yang punya 1 kursi di DPRD, artinya jika Nanang berbalik memilih Aribun sebagai wakilnya, tentu menguntungkan.

Jika PDIP dan Perindo berkoalisi, maka genaplah kursi dewan menjadi 10 dan 10 kursi dewan tersebut menjadi pertanda pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati melenggang tarung dalam Pilkada.

Selain itu, jika dilihat dari sudut pandang kepentingan amunisi/finansial/keuangan, tentu semua orang tau, Aribun adalah pengusaha sukses dibidang usaha air tawar/payau, baik itu budidaya ikan dan udang.

Omsetnya yang Saya dengar sudah miliaran perbulan. Jika itu benar, maka pilihan Nanang untuk menjadikan Aribun sebagai alternatif pasangan, jika hubungannya dengan Pandu kandas itu sangat masuk akal.

Terlebih jika dilihat dari letak geografis, Nanang dari wilayah Lamsel bagian Timur sedangkan Aribun dari Lamsel wilayah Barat. Tentu ini perkawinan kedua sangat menguntungkan dalam mendulang suara para pendukung.

Berbeda dengan Pandu, yang sebagaimana kita ketahui, Ia tinggal di Bandar Lampung dan belum diketahui pasti apakah Ia punya massa real di Lamsel. Namun yang Saya tau, Pandu merupakan kerabat dari keratun Darah Putih Kuripan, kecamatan Penengahan.

Dan apakah kekerabatan itu bisa mempengaruhi atau bisa menambah dukungan pemilih, tentu saja bisa, namun apakah jumlahnya banyak atau sedikit, hanya Allah yang maha tahu. Kita tunggu saja apakah yang akan terjadi setelah ini. Tabik… (khairullah aka)

Hoax atau Real Cek Disini

Berita Popular

To Top
error: Content is protected !!