Demokrat; Kami bukan Pemain, Kami adalah Pelatih

oleh -20 views

Lnews.co, KALIANDA – Ucapan Ketua DPRD Lampung Selatan, Hendry Rosyadi saat rapat paripurna, yang menyindir Partai Demokrat agar tidak hanya jadi Penonton mendapat balasan wakil rakyat dari partai besutan SBY ini, Jumat petang (9/9/16).

Dalam pendapat akhir fraksi, Ketua Fraksi Partai Demokrat Lampung Selatan Sukarnen, membalas sindiran Ketua DPC PDI perjuangan tersebut, Menurut Sukarnen, Partainya ikhlas menjadi penyeimbang dan tidak ikut bermain karena Demokrat adalah Pelatih dalam sebuah pertandingan.

“Merujuk pada ucapan Ketua DPRD tadi, pada paripurna pertama tadi, kami mengapresiasinya, tapi satu hal jika jadi penyeimbang kami memang tidak ikut bermain, kami ikhlas, kami justru jadi pelatih.”

“Kami sadari diusia 15 tahun Partai Demokrat, masih usia Abg namun seksi, karena sejarah telah menorehkan tinta emas, Partai Demokrat telah menghantarkan SBY menjadi presiden dua periode, juga menghantarkan ketua DPD Partai Demokrat, Ridho Ficardo menjadi gubernur Lampung.”

“Serta memenangi 5 dari 8 Pilkada di serentak tahun 2015. Kami Partai Demokrat bukan yang terbaik, tapi kami ada diantaranya. Partai Demokrat ada karena untuk Rakyat.” ujar Sukarnen.

Sebelumnya Hendry Rosyadi meminta Partai Demokrat ikut merapat (menjadi pendukung Pemkab) dan tidak hanya jadi penonton.

“Ya saya harap demokrat jangan jadi penyeimbang terus, saya harap demokrat semakin merapat, jangan jadi penonton saja, ayo ikut jadi pemain, jadi kalau menang, nanti ikut megang piala. Kalau jadi penontonkan hanya melihat dari jauh.” kata Hendry.

Jawaban Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan ini pun disambut gelak tawa dan tepuk tangan anggota dewan dan para undangan yang hadir.

Seperti diketahui Partai Demokrat yang berulang tahun ke-15 ditanggal 9 September 2016, bukan pengusung Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan yang sekarang, Zainudin Hasan dan Nanang Ermanto.

Partai Demokrat Lampung Selatan pada Pilkada Sertak 2015 lalu, mendukung pasangan Rycko Menoza dan Eki Setyanto, bersama partai Hanura, sedangkan Zainudin Nanang diusung oleh PAN, PKS, PDIP dan Partai Nasdem. (aka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *