Bandar Lampung

Digunakan untuk apa saja Fee Proyek 72,7 Milyar oleh Zainudin, Ini Rinciannya

Terdakwan Agus Bhakti Nugroho tertunduk di kursi pesakitan saat mendengarkan tuntutan JPU KPK atas kasus fee proyek lamsel di PN Tanjung Karang, Kamis siang (13/12/18). (foto: aka)

Lnews.co, TANJUNG KARANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan dakwaan untuk terdakwa kasus fee proyek infrastruktur di kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Agus Bhakti Nugroho (ABN) di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis siang (13/12/18).

Dalam dakwaan yang berisi pasal yang dilanggar ABN, yakni pasal 12 huruf a Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebegaimana yang telah diubah dengan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999, jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana jo pasal 65 ayat 1 KHUPidana.

Advertisements

Jaksa juga membacakan rincian penggunaan uang hasil fee proyek di Lamsel dari tahun 2016 sampai 2018 senilai 72,7 Milyar rupiah melalui terdakwa.

JPU, Ali Fikri dan Riniyati Karnasih bergantian membacakan Dakwaan untuk ABN. Dalam lembar dakwaan di halaman 21 hingga halaman 25 terdapat rincian penggunaan uang dari pungutan fee proyek yang digunakan untuk kepentingan Zainudin Hasan.

Dari penerimaan uang fee tersebut, Terdakwa kepada Zainudin Hasan dan sebagian digunakan untuk kepentingan Zainudin Hasan yaitu antara lain sebagai berikut:

Tahun 2016:

1. Awal 2016 membayar tanah seluas 1582 m2 di desa Kedaton Kalianda senilai 475.5 Juta rupiahp;

2. Bulan Februari 2016 membayar pekerjaan pembangunan rumah dan masjid milik Zainudin Hasan di jalan Bani Hasan nomor 1, desa Kedaton kecamatan Kalianda kabupaten Lampung Selatan senilai 3,82 Milyar rupiah;

3. Pertengahan tahun 2016 membayar tanah seluas 80 hektar di desa Sukatani senilai 8 Milyar rupiah:

4. Akhir 2016 membeli tanah di kecamatan Sidomulyo yang akan digunakan untuk usaha Aspal Machine Plan (AMP) senilai 600 Juta rupiah;

Tahun 2017:

5. Awal 2017 membayar pekerjaan pembangunan rumah dan masjid milik Zainudin Hasan di jalan Bani Hasan nomor 1 desa Kedaton kecamatan Kalianda sebesar 3 Milyar rupiah;

6. Awal 2017 membeli karpet untuk perlengkapan masjid Bani Hasan senilai 1,5 Milyar rupiah;

7. Awal 2017 membayar perbaikan atau rekondisi kapal bermesin Jhonlin 38 (Princess Diana) sebesar 550 Juta rupiah;

8. Awal 2017 membayar kepemilikan saham di rumah sakit Airan dengan menyetor uang sebesar 1 Milyar rupiah;

9. Awal 2017 membayar pembelin lahan di desa Marga Catur dekat Pondok Gontor Kalianda, Lamsel seluas 83 hektar sebesar 8 Milyar rupiah;

10. Januari 2017 membayar uang sebesar 1,1 Milyar rupiah kepada Bobby Zulhaidir sebagai pengganti uang yang dipakai untuk membayar tax amnesty;

11. 30 Januari 2017 memberi uang 15 Juta rupiah kepada Nanang Ermanto di posko Way Halim untuk membantu acara konsolidasi dan syukuran atas kemenangan di Lamsel;

12. 8 Februari 2017 memberi uang 50 Juta rupiah kepada Nanang Ermanto di posko Way Halim untuk operasional Nanang Ermanto;

13. Pertengahan 2017 membayar pembelian lahan seluas 3 hektar di desa Ketapang dekat bibir pantai sebesar 1,5 Milyar rupiah;

14. Pertengahan 2017 membayar pembelian lahan di desa Munjuk Sampurna sebesar 600 Juta rupiah;

15. Pertengahan 2017 membayar ambil alih pabrik beras di Sidomulyo dari pemilik lama Antoni Imam sebesar 1 Milyar rupiah;

16. Pertengahan 2017 membayar lahan di desa Canggu Kalianda sebesar 1,1 Milyar rupiah;

17. Pertengahan 2017 membayar penyertaan modal ke toko bangunan usaha bersama di Palas sebesar 500 Juta rupiah;

18. Pertengahan 2017 membayar pembelian lahan di daerah Way Lubuk Kalianda sebesar 2,5 Milyar rupiah;

19. Pertengahan 2017 membayar pembelian lahan di desa Muncuk Sampurna sebesar 3 Milyar rupiah;

20. Pertengahan 2017 memberi uang 2 Milyar rupiah untuk merenovasi pabrik beras;

21. Tanggal 27 Juli 2017 membayar uang kepada Swissbell Hotel Bandar Lampung untuk kegiatan PAN sebesar 16,4 Juta rupiah;

22. Tanggal 17 September 2017 membayar uang kepada Swissbell Hotel Bandar Lampung untuk kegiatan PAN sebesar 29,9 Juta rupiah;

23. Nopember 2017 membayar uang kepada Swissbell Hotel Bandar Lampung untuk kegiatan pelantikan ketua DPW PAN Lampung sebesar 700 Juta rupiah;

24. Nopember 2017 membayar uang kepada event organizer kegiatan pelantikan ketua DPW PAN Lampung sebesar 150 Juta rupiah;

25. Akhir 2017 membayar lahan seluas 1,8 hektar di dekat jembatan samping hotel 56 di desa Kedaton Kalianda sebesar 1,9 Milyar rupiah;

26. Akhir 2017 membayar lahan di desa Kedaton Kalianda sebesar 360 Juta rupiah;

Tahun 2018:

27. Awal 2018 membayar pembelian sebidang tanah dan rumah toko 3 lantai di jalan Arif Rahman Hakim (dekat rumah kayu) sebesar 2,5 Milyar rupiah;

28. Juni 2018 memberi uang kepada Nanang Ermanto sebesar 50 Juta rupiah;

29. Juli 2018 memberi uang kepada Nanang Ermanto sebesar 100 Juta rupiah untuk membantu acara pelantikan Banteng Muda Indonesia (BMI);

30. Juli 2018 memberi uang sebesar 50 Juta rupiah kepada Nanang Ermanto untuk titipan uang duka dari Zainudin Hasan.

(aka)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

To Top
Shares